Menjaga Marwah Kearifan Lokal di Tengah Pusaran Globalisasi

by -
Menjaga Marwah Kearifan Lokal di Tengah Pusaran Globalisasi

Oleh: M. Syaiful Anwar, SH., LL.M*

KONTRUKSIONAL dalam sebuah peradaban dimulai dari budayanya. Dengan pembangunan budaya pada sisi adab, identitas, entitas dan lingkungan serta kehidupan masyarakatnya akan lebih legitimate jika diadaptasikan menjadi sebuah aturan formalitas di sebuah negara.

Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat menghargai perihal budaya dan hak tradisionalnya dengan memasukan masyarakat tradisionalnya dalam konstitusi.

Hal di atas termaktub dalam UUD NRI 1945 Pasal 18B ayat (2) yang menyebutkan “Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang”.

Berdasarkan hal tersebut, negara secara langsung mentasbihkan diri mengakui dan menghormati hak-hak tradisional suatu masyarakat, dalam semua sisi dari sebuah budaya masyarakat hukum adat tersebut.

Salah satu bentuk pengakuan dan penghormatan adalah dengan menjaga eksistensi dan marwah budaya di daerah-daerah yang ada di Indonesia atau sering disebut sebagai kearifan lokal (local wisdom). Diksi kearifan lokal sendiri dapat didefinisikan sebagai suatu kekayaan budaya lokal yang mengandung kebijakan hidup, pandangan hidup (way of llife) yang mengakomodasi kebijakan (wisdom) dan kearifan hidup (kemdikbud, 2016).

Secara nyata kearifan lokal budaya yang diejawantahkan dalam sebuah nilai-nilai yang berlaku serta hidup di masyarakat. Budaya yang diformalkan dalam sebuah kearifan lokal yang bertransformasi dalam berbagai bentuk fisik maupun non fisik dalam sebauh masyarakat tradisional. Kearifan lokal dapat dikatakan sebagai aset nilai spiritual yang mengajarkan bagaimana menjalani hidup secara bersahaja dan beradab.

Orientasi kearifan lokal dengan menarik semua unsur-unsur untuk membangun sebuah peradaban lokal yang bertujuan membentuk karakter masyarakatnya sehingga masyarakatnya menjadi lebih mengilhami budaya sendiri dengan kearifan lokalnya yang memiliki ciri khasnya masing-masing. Hal ini akan menjadi ironi bila manusia mulai menjauh bahkan meninggalkan nilai-nilai budaya lokalnya, sejatinya hal tersebut memudarkan nilai budaya dari dalam dirinya sendiri.