Membangun Semangat Mencapai Kesuksesan

by -
Membangun Semangat Mencapai Kesuksesan

Oleh: Andi Tiara

KESUKSESAN merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh setiap orang. Sukses sendiri memiliki makna yang berbeda-beda, tergantung bagaimana kita memandang sebuah kesuksesan itu sendiri. Sukses menurut penulis sendiri adalah sesuatu yang perlu perjuangan untuk dicapai.

Untuk mencapai kesuksesan tidak semudah membalikan telapak tangan. Banyak orang sukses yang kita jumpai atau kita lihat di televisi, membuat kita berpikir bahwa kesuksesan mereka terjadi begitu cepat dan instan. Padahal kita hanya melihat dalam satu sisi sudut pandang saja. Namun, kita tidak mengetahui bagaimana perjuangan mereka sebelum kesuksesan itu sendiri berhasil dan ada pada genggaman tangan mereka.

Dilasir dari situs www.kredivo.com (2019), ada beberapa contoh tokoh sukses yang memulai semuanya dari tingkatan bawah. Pertama, adalah Chairul Tanjung. Mungkin banyak yang tak tahu bahwa ‘Si Anak Singkong’ ini pernah merasakan pahitnya kehidupan sebelum sukses dengan perusahaan konglomerasi miliknya, CT Corp.

Saat ia kecil, usaha ayahnya mengalami kebangkrutan hingga keluarganya harus tinggal di sebuah rumah kontrakan. Orang tuanya pun kesulitan untuk membayar uang kuliah Chairul di Fakultas Kedokteran Gigi UI. Melihat hal ini, naluri bisnisnya muncul, dan ia mulai membuka usaha photo copy di kampus UI sambil berjualan buku stensilan dan kaos. Meski awalnya jatuh bangun, ia tak pernah menyerah dan selalu tekun menjalani bisnis sampai akhirnya sukses menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.

Kedua Bob Sadino. Bob Sadino merupakan salah satu contoh pengusaha sukses yang pontang-panting dalam merintis bisnis. Bob membulatkan tekad menjadi pengusaha saat sudah 9 tahun bekerja di Badan Usaha Milik Negara. Ia mulai dengan bisnis sewa mobil hingga menjadi buruh bangunan.

Semua bisnis tersebut harus jatuh bangkrut karena kecelakaan yang dialaminya. Namun Bob tidak menyerah sampai di situ. Dengan berutang kepada tetangganya, Bob berjualan telur ayam negeri dan memasarkan produknya dari pintu ke pintu. Berkat keuletannya, mendiang Bob sukses mendirikan supermarket yang menjual berbagai produk peternakan dan pertanian, Kem-Chicks.

Selanjutnya adalah Gibran Rakabuming. Nama Gibran Rakabuming memang dikenal sebagai putra dari Joko Widodo, Presiden RI yang sebelumnya berprofesi sebagai pebisnis. Meski sang ayah memiliki bisnis sukses, Gibran tak mau numpang tenar dengan nama besar ayahnya. Gibran memulai bisnisnya dari bawah dengan meminjam uang kepada bank.

Pengajuannya sempat ditolak sebanyak tujuh kali, namun Gibran terus berusaha hingga akhirnya ia mendapatkan pinjaman modal dari salah satu bank. Dari situ, ia membangun usaha katering bernama Chili Pari. Awalnya ia hanya melayani pesanan partai kecil, namun kini Chili Pari telah berhasil mendapat pesanan hingga ribuan porsi. Gibran pun juga mulai merambah ke bisnis kuliner lainnya.

Terakhir, Susi Pudjiastuti. Meski hanya mengantongi ijazah SMP, kesuksesan Susi dalam bisnisnya di bidang perikanan dan penerbangan membuat beliau dianggap layak untuk menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Susi memilih untuk berhenti sekolah sebelum lulus SMA dan beralih menjadi pengepul ikan di Pangandaran.

Bermodalkan Rp 750 ribu dari hasil menjual perhiasannya, Susi mulai membeli ikan dari tempat pelelangan dan memasarkannya ke sejumlah restoran. Bisnisnya semakin berkembang dari tahun ke tahun, hingga akhirnya ia meminjam sejumlah uang ke bank untuk membeli pesawat yang digunakan sebagai pengangkut produk hasil laut. Dari situ, wanita kelahiran 1965 ini merambah bisnis pesawat dengan membangun maskapai Susi Air.

Dari empat contoh tokoh di atas, kita bisa menjadikan sepenggal cerita kesuksesan mereka untuk dijadikan suatu motivasi dalam diri kita sendiri. Jangan hanya termotivasi sesaat saja, kita juga harus bergerak maju melakukan perubahan dalam diri kita.

Sebuah kesuksesan tidak datang hanya dengan melalui motivasi tanpa adanya usaha.

Cobalah untuk berjalan sedikit lebih jauh, keluar dari zona nyaman yang selama ini membelenggu diri kita. Me-refreshing-kan pikiran menjadi alternatif termudah untuk menyegarkan pikiran kita dari penatnya rutinitas sehari-hari. Sambil refreshing, kita bisa mengamati lingkungan sekitar guna mencari ide atau kreatifitas yang bisa menhasilkan sebuah peluang. Baik itu peluang kerja, bisnis, usaha, dan lain sebagainya.

Atur jadwal waktu kegiatan yang akan kita lakukan dalam sehari-hari. Buat jadwal kegiatan apa saja yang ingin kita lakukan setiap harinya. Dengan begitu, semua hal dan kegiatan yang akan kita lakukan menjadi lebih teratur, dan kita pun bisa belajar sikap disiplin waktu. Karena waktu akan terasa sangat cepat apabila kita menyia-nyiakannya hanya untuk hal yang tidak bermanfaat. Jadi, supaya kita tidak membuang waktu yang kita miliki, lakukanlah aktivitas yang memiliki nilai positif dan bermanfaat.

Jangan malu atau gengsi untuk melakukan suatu hal yang akan membawa progress kemajuan bagi kita ke depannya. Tutup telinga kita dari omongan orang-orang yang akan memberikan pikiran negatif kepada diri kita. Lakukan terus usaha membangun sebuah kesuksesan. Kritik dan saran memang dibutuhkan untuk menilai sampai dimana usaha yang sudah kita lakukan. Namun, saring kembali perkataan yang tidak seharusnya kita dengar.

Semua orang jelas ingin merasakan kesuksesan, dan kita pun pasti mencapai kesuksesan. Namun, tak banyak pula dari kita yang belum berhasil meraih kesuksesan. Ada tiga penyebab mengapa kita belum bisa mencapai kesuksesan.

Pertama, tidak memiliki uang atau modal untuk memulai sebuah usaha. Selalu saja ini menjadi alasan utama seseorang masih jalan di tempat dan belum bisa mencapai kesuksesan. Modal memang penting untuk memulai usaha, tapi bukan berarti tidak memiliki modal kita tidak bisa sukses seperti kebanyakan orang lainnya.

Kita bukan tidak mempunyai uang, tapi mungkin cara pengelolaan uang kita saja yang kurang benar. Lalu, jika kita tidak mempunyai modal bagimana? Setiap orang pasti memiliki keahlian di bidangnya masing-masing. Kita bisa berpartner dalam membangun usaha.

Semisalnya, kamu mempunyai partner yang bisa menyediakan modal usaha untuk kita, lalu kita yang menjalankan usaha tersebut melalui tenaga atau keahlian yang kita miliki. Setelahnya kita bisa berbagi keuntungan dari usaha yang sudah kita rintis.

Kedua, tidak mempunyai waktu. Kalau ditanya kenapa belum sukses, sering kali sibuk menjadi alasan yang paling utama. Tapi ingat, kita semua sebenarnya punya waktu yang sama, yaitu sama-sama 24 jam. Kita bukan tidak punya waktu, melainkan kita harus mempunyai keterampilan dalam menggunakan waktu secara berkualitas.

Terakhir, tidak adanya dukungan dari orang terdekat. Semua orang sebenarnya mendukung kita, hanya saja bentuk dukungannya mungkin saja tidak bisa kita tangkap. Walaupun tidak ada satu pun orang yang mendukung kita, bukan berarti kamu tidak mempunyai dukungan. Kita tetap bisa mendapatkan dukungan melalui diri kita sendiri. Ini adalah hidup kita. Kita seharusnya menjadi supporter terbesar dari hidup kita sendiri untuk bisa membuat kita bisa lebih sukses lagi dan menyemangati diri kita sendiri.

Jadi, “STOP” mengatakan bahwa kita belum sukses. Karena kamu tidak mempunyai dukungan.

Ingat, seribu orang mengatakan kita tidak bisa sukses, kita tetap bisa sukses. Tapi jika kita sendiri mengatakan kita tidak bisa sukses, di situlah kita akan binasa. Bersemangatlah terus dalam berusaha. Karena pepatah mengatakan, “Usaha tidak pernah mengkhianati hasil.”

**Siswi SMA Negeri 1 Manggar, Kabupaten Belitung Timur