Masih Ingat Kasus Pembunuhan di Desa Cerucuk? Ini 23 Adegan Rekonstruksi Kasusnya

by -
Masih Ingat Kasus Pembunuhan di Sungai Samak, Ini 23 Adegan pada Rekonstruksi Kasusnya (A2)
Salah satu adegan dalam rekonstruksi kasus pencurian dan pembunuhan di Desa Cerucuk, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Kamis (18/2/2021) Foto: Mondox/ jabejabe.co

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Masih ingat kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) yang berakibat kematian di RT/RW, 01/01 Jalan Jawa Desa Cerucuk Badau Kabupaten Belitung pada tanggal 28 Januari 2021? Hari ini, Kamis (18/2/2021) Pihak Kepolisian menggelar rekonstruksi terkait kasus tersebut di lokasi kejadian.

Berikut ini 23 (Dua puluh tiga) adegan yang diperagakan Tersangka Santo (26) saat melakukan pencurian dan pembunuhan terhadap Korban yakni Arifin (65). Serta, beberapa adegan yang diperagakan Winda (Saksi anak) dan Saksi Rini.

Kronologi peristiwa tersebut bermula pada hari Kamis, 28 Januari 2021, sekira pukul 21.00 WIB. (Adegan-1) Tersangka berjalan menuju kediaman korban yang berjarak sekitar 200 meter dari kediamannya di Jalan Jawa RT.01, RW.01 Desa Cerucuk, Kecamatan Badau Kabupaten Belitung.

Tersangka Santo (Adegan-2) kemudian tiba di kediaman korban dan meletakkan tasnya di dekat sepeda motor Viar milik korban.

Kemudian (Adegan-3) tersangka Santo menuju pintu kamar korban dan mengetuk pintu kamar korban Aripin sembari memanggil korban dengan panggilan, “Pak Ripin, Pak Ripin.”

Setelah mengetuk pintu kamar dan memanggil korban, (Adegan-3A) Tersangka langsung jongkok dan menggambil batu berwarna merah yang berada di sudut depan pintu kamar korban.

“Oi, siape?” jawab Aripin sembari balik tanya.

“Santo,” jawab Santo sembari berdiri. Seraya kemudian menyembunyikan satu batu berwarna merah ke sisi kanan badan (Adegan-5).

Kemudian (Adegan-6) Aripin membuka pintu kamarnya dan berkata, “Ngape To? (Kenapa To?)”

“Minjam mutor Pak Ripin,” kata Santo.

Lalu dijawab oleh korban, “Nak ke mane? (Mau ke mana?)”

Nak nganyau (Mau main),” jawab Santo.

Kemudian Aripin menolak dan menjawab, “Usa-usa (Jangan-jangan).”

Mendengar jawaban tersebut, tersangka langsung memukul wajah korban Aripin sebanyak satu kali yang mengenai wajah korban.

Akibat pukulan tersebut (Adegan-7) korban menjadi mundur kemudian berteriak, “Awww Tooo!”

Kemudian, (Adegan-8) korban kembali maju dan langsung mendorong tersangka, hingga tersangka ke belakang. Lalu tersangka maju dan kembali memukul korban sebanyak satu kali (Adegan No. 9).

Akibat pukulan kedua, korban pun langsung tersungkur dengan posisi terlentang, yang mana kaki korban menghadap ke arah pintu (Adegan-10). Kemudian tersangka masuk ke kamar korban dan berdiri di sebelah kiri korban (Adegan-11).

Tersangka lalu membungkuk, setelah itu kembali memukul bagian belakang kepala korban sebanyak kurang lebih 5 (Lima) kali. Setelah itu masih terdengar suara erangan korban, seperti suara serak (Adegan-12).

Setelah itu tersangka langsung membalikan badan korban dan pada saat itu korban seperti kejang-kejang sampai dengan kaki korban masuk ke bawah tempat tidur (Adegan-13).

Setelah posisi korban berbalik, (Adegan-14) tersangka kembali memukul korban di bagian belakang kepala sebanyak kurang lebih enam kali. Setelah itu, tidak ada lagi gerakan maupun suara dari korban.

Kemudian tersangka mengambil kain yang berada di atas kasur dan menutup kepala korban (Adegan-15).

Tersangka kemudian keluar dari kamar dan langsung melepaskan batu (Yang digunakan untuk memukul korban) di luar, dekat pintu kamar korban (Adegan-16).

Selanjutnya tersangka pergi ke arah penampungan air yang ada di tempat parkir (Satu unit) sepeda motar Viar milik korban dan langsung mencuci tangan (Adegan-17).

Kemudian setelah mencuci tangan, tersangka langsung ke arah motor dan mengambil tas yang diletakkannya tadi kemudian menyandang tas tersebut (Adegan-18).

Usai mencabut kabel socket kontak sepeda motor milik korban -dikarenakan tidak ada kunci di sepeda motor, tersangka kemudian menghidupkan motor milik korban (Adegan-19).

Setelah berhasil membawa sepeda motor Viar milik korban, tersangka langsung pergi ke arah Sungai Samak dan berhenti di dekat pantai. Di situ, kemudian tersangka melepas body serta plat motor korban (Adegan-20).

Besoknya, sekira pukul 12.30 WIB, saksi anak yakni Winda datang ke kediaman korban untuk mengantar uang bantuan langsung tunai bersama adiknya. Pada saat tiba di kediaman korban, Winda melihat pintu kamar korban sudah terbuka, kemudian melihat korban terbaring di lantai kamanya dengan darah yang sudah tercecer di lantai (Adegan-21).

Setelah melihat hal tersebut, Winda langsung pulang ke kediamannya serta memberitahukan kepada saksi RINI terkait kejadian kesaksian yang diberikan oleh Winda.

Rini pun langsung datang ke kediaman korban untuk memastikan apa yang dilihat oleh Winda (Adegan-22).

Pada saat tiba di kediaman korban, Rini melihat korban sudah terbaring di lantai kamarnya dengan darah yang bercecer di lantai. Rini kemudian melihat (Satu unit) sepeda motor Viar milik korban sudah tidak ada di rumahnya. Rini pun kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian (Adegan-23).

Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Chandra Adi Pradana bersyukur atas proses rekonstruksi yang berlangsung lancar.

“Alhamdulillah lancar untuk rekonstruksi ini. Ya, apapun pertimbangannya kita tetap minta bantuan dari Polsek Badau dan Sat Sabhara untuk antisipasi di luar dari kegiatan rekonstruksi,” ujar Chandra.

Lebih lanjut dikatakan Chandra, intinya kegiatan rekonstruksi ini dimaksudkan untuk lebih meyakinkan pihak kejaksaan bahwa kejadian tidak pidana itu benar-benar terjadi.

“Karna tidak ada saksi lain (Yang melihat langsung kejadian), karna saksi (Anak dan Ibu) kan (Mengetahui) setelah kejadian,” terangnya.

Sementara itu M. Aulia Perdana, Jaksa yang ikut hadir menyaksikan rekonstruksi tersebut menuturkan, pihaknya sudah melihat adegan demi adegan yang diperagakan.

“Kami lihat adegan-adegan yang dilakukan pelaku terhadap korban dan kami menunggu berkas, ada kekurangan atau tidak,” kata Aulia.

Menurut Aulia, terkait kasus ini, tersangka dikenakan Pasal 340, 338, dan 365 ayat 3. ***