Maling Pompa Air Buat Mabuk? 2 Pria Asal Gantung ini Diancam 7 Tahun Penjara

by -
Maling Pompa Air Buat Mabuk 2 Pria Asal Gantung ini Diancam 7 Tahun Penjara (2)

GANTUNG, JABEJABE.co – Gara-gara maling pompa air buat mabuk-mabukan, dua pria di Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur (Beltim) ini diancam hukuman 7 tahun penjara. Demikian ancaman hukuman bagi RB (20) dan JR (22), dua pria pekerja buruh harian warga Dusun Ganse Desa Gantung, Beltim.

Kedua pelaku tersebut berhasil diringkus anggota unit Reskrim dan unit Intel Polsek Gantung setelah mendapat laporan dari seorang pria bernama Sanipan, yang sehari-hari bekerja sebagai petani di Dusun Ganse Desa Gantung,  Kecamatan Gantung, Kabupaten Beltim.

Kapolsek Gantung Iptu Wawan Suryadinata mengungkapkan, kasus pencurian ini diketahui pada hari Minggu (25/10/2020). Sekira pukul 08.00 WIB. Saat itu Sanipan datang ke persawahan miliknya di Danau Nujau Dusun Ganse Desa Gantung, sesampai di sana dan pada saat ingin bekerja, Sanipan melihat mesin pompa airnya telah hilang.

Lebih lanjut dijelaskan Iptu Wawan, setelah mendapat laporan dari korban, anggota unit Reskrim dan unit Intel Polsek Gantung melakukan penyelidikan.

“Kemudian pada hari Rabu tanggal 28 Oktober 2020 sekira pukul 15.00 WIB, anggota unit Reskrim dan unit Intel Polsek Gantung mendapat informasi dari Masyarakat bahwa pada hari Sabtu tanggal 17 Oktober ada yang menjual 1 ( satu ) mesin di tempatnya (toko loak),” ujar Iptu Wawan.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, terang Iptu Wawan, tim kemudian mencari dan langsung mengamankan pelaku RB pada saat dirinya seusai bekerja. Dari RB, tim pun kemudian melakukan pengembangan.

“Lalu dari hasil pengembangan ternyata RB tidak sendiri, pelaku mengambil mesin tersebut bersama-sama dengan JR dan tim pun langsung mengamankan JR di kediamannya,” imbuhnya.

Saat ini, kedua pelaku sudah diamankan di Mapolsek Gantung dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Menurut Kapolsek Gantung, atas kejadian pencurian tersebut Sanipan mengalami kerugian kurang lebih lima juta rupiah).

“Pelaku dijerat pasal 363 KUHP dan diancam dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) Tahun,” ujar Iptu Wawan. (*/)

Editor: Sue