MAKNA BATIK PGRI KUSUMA BANGSA

oleh -
MAKNA BATIK PGRI KUSUMA BANGSA - A1

Oleh: Sadi Suharto, S.Ag*

SAAT ini bagi kalangan guru di Indonesia, setiap tanggal 25 selalu mengenakan pakaian batik PGRI Kusuma bangsa dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik di satuan pendidikan.

Seratus hari setelah Indonesia Merdeka, tanggal 25 November 1945di Surakarta, Jawa Tengah, puluhan organisasi guru berkongres, bersepakat, berhimpun dan membentuk satu-satunya wadah organisasi guru, dengan nama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

PGRI berkomitmen meningkatkan mutu pendididikan Indonesia. Sejak kelahirannya PGRI unitaristik, independen, dan non politik praktis. Organisasi ini mengutamakan pengembangan profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan serta selalu berupaya mewujudkan guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat.

Perjalanan sejarah bangsa Indonesia ditentukan salah satunya oleh peran guru yang sangat menentukan. Guru merupakan salah satu komponen yang strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang meletakkan dasar serta turut mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik untuk mencapai tujuan nasional mencerdaskan bangsa.

Guru selalu menanamkan kesadaran akan harga diri sebagai bangsa dan menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik dan masyarakat. Saat zaman kebangkitan nasional, para guru selalu aktif dalam organisasi pembela tanah air dan pembina jiwa serta semangat para pemuda pelajar.

Dedikasi, tekad dan semangat persatuan dan kesatuan para guru yang dimiliki secara historis tersebut perlu dipupuk, dipelihara dan dikembangkan sejalan dengan tekad dan semangat era global untuk masa depan bangsa.

Salah satu bentuk kebersamaan, meningkatkan soliditas, solidaritas dan kebanggaan anggota terhadap organisasi serta menjadi identitas organisasi, maka para guru mulai digagas melalui performance pakaian yang seragam PGRI yaitu batik motif kusuma bangsa. Hal ini diperkuat oleh surat Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Nomor : 2478/Um/PB/XXI/2003 tentang Penetapan seragam PGRI batik hitam-putih “Kusuma bangsa” sebagai satu-satunya seragam nasional PGRI.

Selanjutnya, PB PGRI merelease surat nomor : 793/Um/PB/XXI/2013 tentang Pemberitahuan pakaian seragam PGRI yang menegaskan bahwa Keputusan PB PGRI Nomor 387/Kep/PB/XX /2013 tentang Pakaian seragam PGRI, perlu ditindaklanjuti, diantaranya :

1). Pakaian yang digunakan seragam PGRI adalah kemeja dan celana/rok;

2). Bahan pakaian seragam diciptakan dan diproduksi oleh Perusahaan CV Batik Hydda Saputra, yang beralamat Jalan Syech Datul Nomor 75, Weru Lor, Plered, Cirebon, Jawa Barat, atas nama Yeyen Roswargita;

3). Bentuk pakaian seragam bagian atas adalah kemeja batik berlengan panjang, dengan potongan leher (krag) pria tegak bukan model koko, dan potongan leher seragam perempuan yang disesuaikan; dan

4). Bentuk pakaian seragam pria bagian bawah adalah celana panjang warna hitam, sedangkan pakaian seragam perempuan bagian bawah adalah rok atau celana panjang warna hitam.

Seragam nasional PGRI motif kusuma bangsa mengandung beberapa makna yang berfilosofi pada perjuangan PGRI selama ini.

Gambar bunga yang berada pada urutan teratas mengandung arti bahwa guru sebagai pendidik yang baik akan menjadikan generasi yang akan mengharumkan bangsa dan negara.

Gambar sawat disimbolkan sebagai sayap yang akan membawa generasi penerus terus maju ke puncak teratas yang pada akhirnya tercapai satu kemajuan bagi bangsa dan Negara.

Gambar undakan melambangkan tingkat satuan pendidikan dari TK, SD, SMP, SMA/SMK serta perguruan tinggi, daun divisualisasikan sebagai pucuk yaitu cikal bakal dari bunga yang akan menjadi buah, dari sebuah daun akan tumbuh bunga yang harum dan berbuah kesuksesan.

Selanjutnya, Gambar rantai sebagai ikatan yang kuat dan saling mendukung bersatu padu untuk mencapai semua tujuan dengan baik yang dilandasi dengan kasih sayang.

Gambar bunga wijaya kusuma disimbolkan sebagai bunga yang selalu mekar tanpa dapat diketahui, begitupun tugas mulia mulia guru, sosok pahlawan tanpa tanda jasa yang sepantasnya dihargai dan dihormati oleh semua pihak, karena guru adalah pelopor yang akan mencerdaskan tunas bangsa ke arah yang lebih baik.

Gambar hitam berupa ujung tombak mengarah ke bawah dikelilingi oleh liris, terdapat gambar bintang dengan tangkai yang mengarah ke segala arah, mengandung makna sebagai umat beragama yang sangat menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa dengan agama yang beragam, yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, yang merupakan satu kesatuan yang bersatu dalam satu tujuan untuk mencerdaskan bangsa, dengan akar dan fondasi yang kuat yang akan menjadikan generasi penerus sebagai cikal bakal pemimpin yang kuat, kokoh dan berkharisma yang akan membawa bangsa ke arah kemajuan.

Banyak pengabdian yang telah disumbangkan, banyak aktivitas yang telah dilaksanakan, banyak perjuangan yang telah dikerjakan. Di samping itu, telah juga banyak peristiwa, persoalan, tantangan, dan kendala yang telah dihadapi.

Semoga, kita dapat meningkatkan eksistensi PGRI, menjadikan PGRI sebagai organisasi profesi yang lebih kuat dan bermartabat, membangun solidaritas dan kesetiakawanan anggota, mampu meningkatkan semangat anggota dan mengugah pihak lain untuk berperan optimal dalam memuliakan guru dan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Aamiin.

Hidup Guru, Hidup PGRI, Solidaritas Yes !

*) Sekretaris PGRI Kabupaten Belitung Timur

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *