Mahasiswa Sebut Rapid Test Mahal? Ini Angin Segar dari Bupati Belitung

oleh -
Mahasiswa Sebut Rapid Test Mahal Ini Angin Segar dari Bupati Belitung (1)
Suasana audiensi antara pengurus Ikatan Keluarga Pelajar Belitung (IKPB) dengan Bupati Belitung, H. Sahani Saleh, S.Sos, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, H. MZ. Hendra Caya, SE, M. Si, bertempat di Ruang Rapat Pemkab Belitung, Senin (15/6/2020). Foto: Istimewa.

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Pemerintah Kabupaten Belitung akan memberikan subsidi Rapid Test untuk mahasiswa dan pelajar yang akan menggunakan moda transportasi udara dan laut guna keperluan melanjutkan pendidikan.

Hal ini terungkap dalam audiensi antara Bupati Belitung, H. Sahani Saleh, S.Sos, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, H. MZ. Hendra Caya, SE, M. Si dengan pengurus Ikatan Keluarga Pelajar Belitung (IKPB) dari masing masing cabang, bertempat di Ruang Rapat Pemkab Belitung, Senin (15/6/2020).

Kedatangan pengurus IKPB dari masing-masing cabang dimaksudkan menyampaikan keluhan atas terganggunya proses kegiatan belajar mengajar bagi mahasiswa Belitung pada situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Agustari, selaku Ketua IKPB pusat menyampaikan 3 hal berkaitan dengan hal tersebut, diantaranya, terkait biaya rapid test yang cukup mahal bagi mahasiswa dan pelajar yang akan kembali atau ke luar daerah dalam melanjutkan pendidikan, kemudian terkait kondisi ekonomi mahasiswa yang orang tuanya terdampak Covid-19 serta pengelolaan aset asrama dalam situasi saat ini.

Menjawab aspirasi tersebut Bupati Belitung menjelaskan, bahwa pada saat ini pemerintah sudah menyiapkan subsidi khusus mahasiswa dan pelajar yang akan melakukan rapid test sebagai salah satu persyaratan yang harus dipenuhi masyarakat yang akan berpergian menggunakan moda transportasi udara maupun laut.

“Saat ini kita mensubsidi bagi mahasiswa yang akan melakukan rapid test, akan tetapi bagi orang tua yang ikut mengantarkan anaknya sekolah diluar daerah, rapid test tersebut ditanggung masing-masing karena keterbatasan anggaran dan tidak ditanggung pemerintah,” jelas Sahani.

Terkait masalah ekonomi dan aset asrama yang dikelola mahasiswa, Bupati mengatakan Pemerintah Kabupaten Belitung telah berupaya meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19 di beberapa sektor usaha yaitu KUKM (tenaga kerja), nelayan, petani dan pelaku wisata. Bantuan tersebut berupa sembako jika dirupiahkan senilai 250.000 rupiah per Kepala Keluarga (KK).

Sementara itu, lanjut Sahani, untuk meringankan beban mahasiswa pada situasi saat ini, jika pengurus asrama mengalami permasalahan dalam pengelolaan aset misalnya kesulitan membayar listrik dan lain sebagainya silahkan berkoordinasi dan Pemkab Belitung siap membantu, tentunya dengan mengikuti prosedur yang diterapkan instansi berwenang.

Baca Juga:  Residivis Curi Tiga Handphone di Kantor Koperasi Aik Rayak

“Kami selalu mendukung dan memprioritaskan hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan kami berharap mahasiswa belajar dengan sungguh-sungguh sehingga dapat membangun Belitung lebih baik kedepannya,” ujar Bupati.

Turut hadir pada audiensi tersebut, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bakrie Hauriansyah,SE, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Hermanto, Asisten Bidang Administrasi dan Keuangan, Drs. Ita Wahyuni serta undangan lainnya. (rel)

Editor: sue

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *