Laki-laki Bertato Naga Ditemukan Kakeknya Tewas di Kamar Mandi

oleh -
Laki-laki Bertato Naga Ditemukan Kakeknya Tewas di Kamar Mandi - A2
Kolase: Unit Identifikasi Sat Reskri Polres Belitung saat melakukan oleh TKP, Kamis (25/11/2021). Foto: Istimewa/ Humas Polres Belitung.

BELITUNG, JABEJABE.co – Penemuan mayat laki-laki bertato diduga gantung diri menghebuhkan warga Desa Air Rayak, Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung, Kamis (25/11/2021).

Korban diketahui bernama Hudery, merupakan warga yang beralamat di Jalan Pasir Putih RT 012/005 Desa Air Rayak KecamatanTanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Kasat Reskrm Polres Belitung Iptu Edi Purwanto mengungkapkan, kronologi dugaan bunuh diri berawal pada hari Kamis (25/11/2021) sekira pukul 06.30 WIB. Saat itu, Pik Khie, kakek korban mendapat telpon dari pamannya bahwa korban sudah dua hari belum ada kabar.

Kemudian Pik Khie pun mengecek ke kediaman Korban di Jalan Pasir Putih. “Sesampainya di kediaman korban, Pik Khie mendapatkan pintu rumah korban dalam keadaan terbuka atau tidak terkunci,” ujar Iptu Edi.

Lebih lanjut menurut Iptu Edi, bahwa ketika itu Pik Khie sempat menanyakan ke tetangga korban, yakni Iis (34), terkait keberadaan korban. Saat itu Iis menjawab bahwa ia tidak mengetahui (Keberadaan korban) dan pintu rumah itu memang sudah dua hari tidak tertutup.

“Pik Khie pun kemudian mencari di sekitaran dan korban ditemukan dalam keadaan tergantung di dalam kamar mandi,” ungkap Iptu Edi.

Melihat kondisi tersebut, Pik Khie pun segera melaporkan kejadian kepada Kepala RT dan Kepolisian. Mendapat info tersebut, Unit Identifikasi Polres Belitung segera melakukan olah TKP dan membawakorban ke RSUD dr. Marsidi Judono.

Sementara itu berdasarkan sasil pemeriksaan dari tim medis RSUD Marsidi Judono, dr. Gunawan Nata menyebutkan terdapat jeratan tali pada leher dan tidak ditemukan tanda kekerasan serta penyebab kematian tidak diketahui karena tidak dilakukan Otopsi.

Di sisi lain, menurut keterangan keluarga korban, korban memiliki riwayat penyakit ayan (epilepsy).

Gangguan Jiwa dengan Keinginan Bunuh Diri

Dilansir dari Halodoc, ada beragam faktor yang bisa memicu keinginan bunuh diri muncul, mulai dari masalah ekonomi, sosial, hingga riwayat gangguan mental.

Tak dipungkiri, gangguan jiwa atau masalah kesehatan mental nyatanya berkaitan dan bisa meningkatkan keinginan seseorang untuk mengakhiri hidup.

Sebagian besar kasus bunuh diri seringnya terjadi karena gangguan jiwa seperti stres yang berujung depresi, gangguan bipolar, PTSD, skizofrenia, hingga gangguan kepribadian ambang batas alias borderline personality disorder.

Dari semua jenis masalah mental yang ada, depresi disebut sebagai penyebab tersering muncul keinginan bunuh diri. Bahkan, orang dengan depresi berat cenderung nekat dan berakhir dengan melakukan aksi bunuh diri.

Sayangnya, masih belum diketahui pasti mengapa hal ini bisa saling berhubungan. Selain gangguan jiwa, ada faktor lain yang juga bisa meningkatkan risiko seseorang rentan berpikir untuk bunuh diri. Biar lebih jelas, simak pembahasannya di bawah ini!

Faktor Pemicu Bunuh Diri dan Cara Mengenalinya

Kehadiran orang sekitar sangat penting untuk mencegah seseorang melakukan aksi bunuh diri. Pasalnya, kebanyakan orang yang memutuskan untuk mengakhiri hidup merasa bahwa dirinya tidak memiliki dukungan, stres, tidak mampu menghadapi masalah dalam hidup, mengalami kejadian traumatis, atau bahkan mengalami kecanduan, misalnya pada minuman beralkohol.

Selain itu, kemungkinan bunuh diri juga meningkat pada orang yang sebelumnya pernah atau memiliki keinginan mengakhiri hidup, gangguan kesehatan yang bersifat kronis, hingga anggota keluarga yang juga melakukan hal ini. Ada bermacam tanda atau ciri yang ditunjukkan saat seseorang mulai kehilangan semangat hidup dan mungkin melakukan bunuh diri, di antaranya:

Membicarakan soal kematian. Hal ini bisa menjadi tanda awal bahwa seseorang mulai memikirkan bunuh diri. Waspadai jika orang di sekitar mulai sering membicarakan tentang kematian, seperti “Aku seharusnya tidak melanjutkan hidup ini,” atau “Dalam waktu dekat aku akan mengakhiri hidupku sendiri.”

Terlihat dan mengutarakan keputusasaan. Sebenarnya hal ini normal dilakukan saat merasa lelah atau tidak puas dengan hidup. Namun, waspada jika seseorang mulai menunjukkan rasa putus asa dan mempertanyakan untuk apa menjalani hidup lagi.

Mood swing alias perubahan suasana hati ekstrim. Hal ini juga bisa meningkatkan risiko seseorang berpikir untuk bunuh diri.

Menyakiti diri sendiri, baik yang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar.

Membeli dan menyimpan senjata atau alat yang mencurigakan, seperti tali atau obat-obatan yang bisa disalahgunakan.

Menarik diri dari lingkungan sekitar dan selalu merasa sendirian. Semakin lama, hal ini bisa menyebabkan depresi semakin parah dan keinginan bunuh diri menjadi lebih kuat.

Perubahan rutinitas, termasuk pada pola makan dan pola tidur. Orang yang mulai memikirkan untuk bunuh diri biasanya menunjukkan gaya hidup yang semakin tidak beraturan, bahkan terkesan sembrono.

Hilang minat pada banyak hal, termasuk pada hal-hal yang sebelumnya disukai.

Jika ada orang di sekitar anda yang mengalami tanda seperti itu, jangan diabaikan. Nyatanya, perhatian kecil bisa membantu menghilangkan keinginan bunuh diri dan membuat seseorang yakin untuk kembali menjalani hidup.

Anda bisa menanyakan apa masalah yang tengah dihadapi, minta orang tersebut untuk bercerita, tetapi pastikan untuk tidak menghakimi dan memberi harapan berlebihan pada orang yang tengah mengalami depresi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *