Lain Hellyana, Lain Pula Beliadi: Bukan Masalah HET, Tapi Suplai Gas Subsidi yang Kurang

by -
Lain Hellyana, Lain Pula Beliadi, Bukan Masalah HET, Tapi Suplai Gas Subsidi yang Kurang - 2
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Beliadi, S.IP.

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Minimnya kuntungan yang diperoleh membuat pangkalan gas dan Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menjual gas bersubsidi 3 (tiga) kilogram di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Dari mulai Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per tabung. Padahal HET yang sudah dtetapkan pemerintah yakni Rp 15.900 – Rp 16.250.

Hal ini pun tak pelak mendapat sorotan Hellyana, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dapil Kabupaten Belitung dan Beltim.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Babel tersebut menganjurkan agar Pemkab Beltim dapat menaikan HET gas untuk masyarakat miskin tersebut. Tujuannya agar dapat menambah keuntungan dari pangkalan khususnya yang merupakan BUMDes.

“Kalau kita naikkan HET ini untungnya bisa untuk BUMDes. Masyarakat desanya juga nanti nikmati keuntungannya lewat PADes (Pendapatan Asli Desa),” kata Hellyana sesuai memimpin Kunjungan Kerja Anggota DPRD Provinsi Babel terkait penetapan rate harga jual dan pengelolaan gas oleh BUMDes di Ruang Rapat Bupati Beltim, Selasa (23/6/2020) lalu.

Lain Hellyana, Lain pula Beliadi. Namun demikian, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Partai Gerindra ini mengapresiasi langkah yang disarankan Hellyana. Seraya menyebutkan rencana naiknya HET yang disampaikan Politikus PPP tersebut adalah ide bagus.

Hanya saja, Beliadi punya usul lain. Menurut Ketua DPC Gerindra Beltim ini, HET ke masyarakat tetap dan jangan ada usulan-usulan naik. Tapi, harga dari pertamina ke agen yang diturunkan.

“Jadi agen tetap dapat untung dan masyarakat tidak menambah beban baru dengan naiknya HET gas 3 kilogram. Cukuplah listrik yang naik, kerjaan sulit, ekonomi sibau (kacau balau), BPJS pun naik. Gas 3 kilogram kalau bisa jangan naik,” ujar Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Babel ini saat dimintai pendapat oleh jabejabe.co, Rabu (24/6/2020).

Ditambah pula, kata Beliadi, selama ini banyak BUMDes yang masih belum melaporkan pembukuan usaha dan lain-lain.

“Nanti, yang ditakutkan malah kenaikan gas ini hanya menguntungkan segelintir orang dan membebani warga-warga yang kurang mampu. Karena peruntukkannya memang bagi warga yang kurang mampu,” tukasnya.

Satu lagi, imbuh Beliadi, ketersediaan gas 3 kilogram ini sering langka. “Dengan demikian, masalahnya bukan di harga sekarang, tapi stok dan suplai yang kurang dari Pertamina,” tandasnya. (jb)

Editor: sue