Koko Sebut Pembatalan Kafilah Beltim ke MTQ IX Babel Coreng Nama Baik

oleh -
Koko Sebut Pembatalan Kafilah Beltim ke MTQ IX Babel Coreng Nama Baik (2)
Anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur, Koko Haryanto, S.IP.

MANGGAR, JABEJABE.co – Pembatalan kafilah peserta MTQ Kabupaten Belitung Timur mendapat sorotan dari Ketua Fraksi Partai Bulan Bintang DPRD Belitung Timur, Koko Haryanto, Jumat (7/8/2020).

Dikatakan Koko, bahwa ketidakikutan tersebut telah mencoreng nama baik Belitung Timur, mengingat ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Ia mensinyalir ada komunikasi yang kurang baik dari pemerintah daerah ke DPRD Belitung Timur khususnya ke Badan Anggaran. Dan yang lebih penting untuk even rutin sebesar MTQ, semestinya pemerintah daerah dan DPRD melakukan kesepakatan atau pembatalan tersebut, jadi tidak diputuskan secara sepihak.

“Apalagi kami di Komisi 3 yang membidangi keagamaan, sama sekali tidak pernah diajak berunding terlebih dahulu. Apabila sudah ada kesepakatan, maka kami dapat menyampaikan ke publik berbagai pertimbangan-pertimbangan yang diambil,” ujar Alumnus Fisip UI tersebut kepada jabejabe.co, Jumat (7/8/2020).

Koko yang juga menjadi anggota Badan Anggaran DPRD Beltim menyayangkan juga tidak adanya pembahasan sebelumnya mengenai pembatalan ini.

“Bila hal ini sebagai akibat adanya refocusing anggaran beberapa bulan lalu, semestinya anggaran untuk MTQ sudah diperhitungkan,” sesalnya.

Sebagai Partai yang berasaskan Islam, Fraksi PBB merasa hal ini sangat melukai hati puluhan kafilah yang sudah menanti berbulan bulan. Tentunya mereka punya harapan agar bisa menunjukkan prestasinya dalam kegiatan MTQ tersebut karena ini berjenjang hingga ke level nasional.

“Kegiatan MTQ Merupakan kegiatan rutin yang tidak pernah kami persoalkan pembiayaannya, kami di Banggar selalu mendukung kegiatan syiar keagamaan, apalagi tahun ini Beltim mendapat giliran menjadi tuan rumah,” kata Koko.

Oleh karena itu, lanjut Koko, bila alasan pembatalan tersebut karena tidak ada dananya akibat covid19, mestinya semua kabupaten dan provinsi juga membatalkan agenda ini. Namun infonya, Kabupaten lainnya, seperti Belitung, masih mengirimkan kafilahnya.

Baca Juga:  Pasalnya Omnibus Law, Anggota DPRD Babel Ini Diprotes Anak Kelas 5 SD

“Saya kira semua kabupaten mengalami hal yang sama karena covid ini, namun pemerintah pusat telah mengatur bagaimana pelaksanaan setiap kegiatan dengan protokoler kesehatan. Saya kira tidak bisa juga kita terus vakum dalam kegiatan kegiatan rutin selama pandemi corona ini. Karena kita sudah diberikan petunjuk bagaimana pelaksanaan kegiatan di era adaptasi baru,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kades Burung Mandi tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya mempertanyakan ini, bila soal refocusing menurut Koko itu dilakukan oleh pihak eksekutif dan mereka (pihak eksekutif) yang lebih tahu kebutuhan pembiayaan kegiatan rutin tersebut.

“Kami Badan Anggaran tidak pernah mengalihkannya secara sepihak. Apalagi secara dominan pihak pemerintah daerah, dalam hal ini TAPD yang punya ruang yang banyak untuk melakukan refocusing. Untuk itu bila memungkinkan, kami tetap memberikan jalan keluarnya agar kegiatan MTQ tersebut dapat diikuti dan tidak dibatalkan,” tegas Koko.

Misalnya, Koko mencontohkan, dengan pembatasan jumlah keikutsertaan setiap cabang yang dilombakan. Yang penting nama Kabupaten Beltim tetap ada yang mewakilinya, tidak dibatalkan secara total.

“Saya kira bila dari awal disampaikan ke DPRD, maka DPRD dapat mencarikan jalan keluarnya agar kegiatan itu tetap terlaksana. Namun sangat disayangkan ketika pelaksanaan tinggal hitungan hari, kami baru tahu akan pembatalan tersebut lewat media,” ujarnya.

Koko juga menegaskan, agar sesama eksekutif jangan saling menyalahkan karena sama-sama berada di dalam sistem.

“Saling menyalahkan itu menunjukkan tidak adanya komunikasi yang baik dan terkesan lempar tanggungjawab. Ini lagu lama, ke depan jangan diputar kembali,” tutup Koko. (jb)

Editor: sue

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *