KNPI Dukung Penerapan Prokes, Cuma Sayangkan Water Canon Ditembakkan ke Masyarakat dan Pelaku UMKM

by -
KNPI Dukung Penerapan Prokes, Cuma Sayangkan Water Canon Ditembakkan ke Masyarakat dan Pelaku UMKM
Ketua DPD KNPI Kab Belitung M Hafrian Fajar S.M (Tengah).

BELITUNG, JABEJABE.co – Ketua DPD KNPI Kab Belitung M Hafrian Fajar S.M (bung Jarwo) menyayangkan persoalan pembubaran Bazar Ramadhan di Jalan Endek Tanjungpandan dengan menggunakan water canon, Sabtu (8/5/2021) malam.

Dikatakan Jarwo, walau ada sedikit pelanggaran dari kepanitian menggunakan musik, menurutnya itu hal yang biasa sebab bazar yang diselenggarakan selalu ramai dikunjungi masyarakat dikarenakan konsep dan kreatifitas anak muda sangat menarik.

“Saya tanya ke panitia langsung, kenapa panitia menyelenggaran musik semalam. Jawab mereka karena banyak tempat yang berkegiatan hal serupa selain mereka yang di Jalan Endek,” kata Jarwo.

Jarwo menilai, jika ada pelanggaran tentunya diselesaikan dengan baik dan bijak, apalagi dengan anak muda yang berintelektual sebagai penerus bangsa.

“Jangan sampai mereka timbul pikiran bahwa ada oknum arogan, harusnya kita sama-sama menjaga dan menghargai,” tukasnya.

Di sisi lain, sebagai anak muda, imbuh Jarwo, sebaiknya sadar dan harus mendukung penuh penerapan protokol kesehatan.

Apalagi saat ini sangat banyak kegiatan yang diinisiasi oleh kaum muda dan mendukung protokol kesehatan seperti bagi-bagi masker, hand sanitizer serta sosialisasi di medsos berkaitan protokol kesehatan.

“Anak muda juga gencar mencegah, jangan sampai ada pihak yang merasa kerja sendiri, anak muda pun ikut berjuang melawan pandemi,” ujarnya.

Panitia, menurut Jarwo, selalu menghimbau masyarakat yang berkunjung untuk tetap menggunakan masker, dan menjaga jarak.

“Persoalan menggunakan lokasi Jalan Endek kami sudah meminta izin dengan pemerintah dan sudah melakukan pemberitahuan kepada pihak berwajib, jika ada pihak yang bilang bahwa Endek Street Market tidak ada izin, justru kami sudah mendapat izin dari pemerintah dari tanggal 18 April 2021 sampai dengan 8 Mei 2021, semalam penutupannya,” kata Jarwo.

“Kami prihatin atas tindakan pembubaran yang berlebihan dan merugikan UMKM. Ketika dibubarkan menggunakan semprotan mobil water canon, ada HP pedagang yang rusak, ada kaca yang pecah, ada mesin kopi yang rusak dan lebih parah banyak pengunjung yang bubar tanpa membayar makanan yang mereka makan karena berlarian membubarkan diri,” beber Jarwo.

Oleh karenanya, Jarwo menyarankan untuk perlunya melihat situasi dengan penuh dan adil.

“Karena jika dibandingkan, banyak pusat keramaian yang sama-sama berjuang membangkitkan perekonomian, tetapi tidak ditertibkan menggunakan water cannon, di mana keadilan?” ujarnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *