Over Target, Ini Capaian Kinerja dan Penindakan BNN Belitung di Akhir 2021

oleh -
Over Target, Ini Capaian Kinerja dan Penindakan BNN Belitung di Akhir 2021
Kepala BNN Kabupaten Belitung, Nasrudin (Tengah), dalam kegiatan press release, Selasa (21/12/2021). Foto: mdx/ jabejabeco

Reporter: mdx | Editor: sue

BELITUNG, JABEJABE.co – “Kamu Jangan Diam! Saatnya WAR ON DRUGS Bersama Kita Wujudkan Indonesia Bersih Narkoba”.

Slogan Badan Nasional Narkotika (BNN) yang bermakna semangat memberantas perdaran gelap narkoba ini disampaikan Kepala BNN Kabupaten Belitung Nasrudin, saat membuka kegiatan press release akhir Tahun 2021, Selasa (21/12/21).

Kegiatan di Kantor BNN Kabupaten Belitung Jalan RE Martadinata No. 08 yang dihadiri sejumlah awak media ini sebetulnya mirip konferensi pers, namun pihak BNN memberikan sebentuk press release sekaligus penjelasan seputar itu.

Mengawali paparannya, Nasrudin menjelaskan angka prevalensi (Jumlah keseluruhan kasus yang terjadi pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah) penyalahgunaan narkoba se-Indonesia yang mengalami peningkatan dalam setahun terakhir.

Angka tersebut merupakan prediksi jumlah penduduk usia 15 sampai dengan 64 tahun yang terpapar narkoba dari dua kategori, “Pernah Pakai” dan “Setahun Pakai” untuk prevalensi 2019 – 2021.

“Pada Tahun 2019 angka penyalahgunaan narkoba hanya 1,80 persen, namun demikian meningkat di Tahun 2021 sebesar 0,15 persen, menjadi 1,95 persen,” ujar Nasrudin.

Begitu pula dengan akumulasi pernah pakai di tahun 2019 berjumlah 4.534.744, kemudian mengalami peningkatan pada Tahun 2021 menjadi menjadi 4.827.616.

Sementara itu, angka prevalensi setahun pakai juga meningkat. Pada Tahun 2019 berjumlah 3.419.188 sedangkan di Tahun 2021 meningkat jadi 3.662.646.

“Namun jika dilihat secara umum, angka prevelensi di wilayah pedesaan mengalami penurunan dari 1,70 persen menjadi 1,61 persen dibandingkan dengan kota yang meningkat dari 1,90 persen menjadi 2,23 persen,” ungkap Nasrudin.

Meski demikian, Nasrudin menilai adanya kenaikan angka prevalensi pernah pakai dan setahun pakai menandakan angka keprihatinan.

Karenanya, BNN Kabupaten Belitung pantang kendur dan terus bekerja keras, di antaranya terlihat dari hasil pencapaian kinerja Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam empat program.

Empat program tersebut di antaranya Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba; Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa/Kelurahan; Remaja Teman Sebaya Anti Narkotika; dan Advokasi Kebijakan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba.

Baca Juga:  Duh, di Bulan Suci Ramadan, Empat Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia di Penginapan

Untuk Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba, BNN Kabupaten Belitung bersinergi dengan sejumlah keluarga di Desa Aik Pelempang Jaya, Kecamatan Tanjungpandan. “Dari capaian yang ditargetkan pusat sebanyak lima keluarga, terealisasi sepuluh keluarga,” ujar Nasrudin.

Kedua, lanjut Nasrudin, advokasi Program Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa/Kelurahan.

“Desa yang kami ambil ini Desa Aik Ketekok dan Desa Perawas. Adapun capaian yang ditargetkan pusat dua desa dan alhamdulillah terealisasi dua desa,” ujar Nasrudin.

Selanjutnya program ketiga, yakni Remaja Teman Sebaya Anti Narkotika, dalam hal ini BNN Kabupaten Belitung bekerja sama dengan Duta Genre.

“Untuk program ketiga ini pusat menargetkan 10 orang dan terealiasi 10 orang. Serta yang terakhir atau program keempat yaitu Advokasi Kebijakan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba yang bisa teralisasi 100 persen, yakni dari empat lembaga yang ditargetkan pusat,” terang Nasrudin.

Selain pencapaian kinerja Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, dalam press release tersebut pihak BNNK Kabupaten Belitung juga menyampaikan capaian kinerja Seksi Rehabilitasi.

Adapun pencapaian Seksi Rehabilitasi ini dalam bentuk kegiatan eksternal dan pelayanan internal, di antaranya Pelatihan Petugas Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM), Pembentukan Unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), Operasional Lembaga Rehabilitasi, Layanan Rehabilatas Rawat Jalan Klinik Pratama BNNK Belitung, dan Layanan Pasca Rehabilitasi.

Menurut Nasrudin dari lima capaian kinerja Seksi Rehabilitasi ini, seluruhnya memenuhi target, bahkan untuk petugas RBM yang diberikan pelatihan dan layanan rehabilitasi rawat jalan serta layanan pasca rehabilitasi melebihi target dari pusat.

Di samping pencapaian kinerja dari dua seksi sebelumnya yang sebagian hasilnya bisa disebut over target, capaian yang berhasil diraih Seksi Pemberantasan pun demikian.

“Penyelenggaraan asesmen terpadu bagi penyalahguna narkotika terealisasi enam orang dari tiga yang ditargetkan pusat atau terealisasi 200 persen,” ungkap Nasrudin.

BNN Kabupaten Belitung tidak melulu bicara pencegahan dan rehabilitasi. Berdasarkan rekapitulasi data di tahun 2021, BNN Kabupaten Belitung melakukan dua penindakan pemberantasan. Bahkan, tanpa anggaran. Dua penindakan itu dilakukan pada Februari dan Oktober 2021.

Baca Juga:  Cipkon Nataru, Tim Gabungan Sisir 6 Tempat Potensi Kerumunan di Belitung

“Penindakan pertama pada Februari 2021 untuk penyalahguna Methamphetamine dengan barang bukti yang diamankan sebanyak 115 gram (Methamphetamine) senilai Rp.172.500.000, – kasus ini dilimpahkan ke BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” beber Nasrudin.

Selanjutnya pada Oktober 2021, kasus penyalahguna syinthetic Cannabinoid dengan barang bukti berjumlah 287 gram yang diperkiraan senilai Rp. 23.675.000, – kasus ini dilimpahkan ke Sat Res Narkoba Polres Belitung.

Di akhir paparannya di hadapan awak media, atas nama pribadi dan BNN Kabupaten Belitung, Nasrudin mengucapakan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belitung.

“Saya juga berharap seluruh eleman masyarakat bisa membantu dan bekerjasama dengan BNN Kabupaten Belitung,” tutupnya.***

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.