Ketua DPD KNPI Belitung Kritisi Gedung Dewan Kosong, Ini Jawaban Anggota DPRD Belitung

oleh -
Ketua DPD KNPI Belitung Kritisi Gedung Dewan Kosong, Ini Jawaban Anggota DPRD Belitung
Kantor DPRD Belitung. Foto: Istimewa.

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Melihat kondisi Gedung DPRD Belitung kosong, Jumat (28/2/2020), Ketua DPD KNPI Kabupaten Belitung, M. Hafrian Fajar, mempertanyakan, apakah Gedung tersebut tidak memenuhi standar pelaksanaan untuk Orientasi Pendalam Tugas (OPT) para Anggota DPRD Kabupaten Belitung.

“Jumat 28 Februari 2020, Gedung DPRD Kabupaten Belitung kosong tanpa anggota dewan seorang pun. Menurut informasi yang didapat, anggota dewan Kabupaten Belitung sedang melaksanakan Orientasi Pendalam Tugas (OPT) di Universitas Bangka Belitung (UBB),” katanya melalui pesan whatsapp, Jumat (28/2).

Hafrian Fajar atau pemuda yang akrab disapa Jarwo itu melihat adanya logika yang jungkir balik secara konsep pemikiran. Ia berpendapat, seakan-akan DPRD Kabupaten Belitung tidak punya power, sehingga tidak bisa mendatangkan pemateri atau narasumber dari Universitas Bangka Belitung (UBB).

“Padahal pematerinya hanya empat atau lima orang. Bahkan mungkin tidak sampai segitu. Ini malah terbalik, seluruh anggota DPRD kita yang berangkat ke Pangkalpinang, lalu mengosongkan kantor seperti rumah tak bertuan,” katanya.

Lulusan UII Yogyakarta ini menilai, kegiatan tersebut cukup besar menyerap anggaran daerah jika dilakukan di Pangkalpinang. Ia pun mengajak untuk mengevaluasi, bagaimana jika hal tersebut dilakukan di Belitung yang menurutnya bisa menghemat biaya dan memanfaatkan gedung yang megah.

“Pasalnya bukan hanya pemborosan anggaran, tetapi jika semua Anggota DPRD berangkat Orientasi Pendalam Tugas (OPT) siapa yang mengisi Rumah rakyat? Sedangkan jika ada hal mendesak yang memerlukan kehadiran anggota DPRD demi kebutuhan rakyat Belitung tidak ada yang mewakilkan, kantor kosong tanpa kedudukan,” paparnya.

Hal ini, menurut jarwok, sebetulnya hal sepele, tapi jangan sampai ditertawakan orang lain. “Krena aneh sekali 25 anggota DPRD yang berangkat ke Pngkalpinang mengosongkan rumah rakyat, untuk menemui segelintir orang yang memberi materi. Kenapa tidak kebalikannya, segelintir orang pemberi materi yang didatangkan ke Belitung,” ujarnya.

Namun demikian Jarwok mengkritisi hal tersebut untuk mengajak agar masyarakat berfikir positif dalam menyikapi persoalan tersebut.

“Mungkin para anggota dewan ada urusan lain, tapi saya tegaskan kepada seluruh anggota dewan jangan pernah kosongkan rumah rakyat seperti saat ini,” tandasnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Belitung, Taufik Rizani, membenarkan bawasannya seluruh anggota DPRD Kabupaten Belitung saat itu berada di Pangkalpinang.

Menurut Taufik, seluruh anggota DPRD Kabupaten Belitung tengah melakukan orientasi. Selain itu, katanya, Bimtek ini dilaksanakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Dan itu sudah diatur dalam Permendagri Nomor 14 Tahun 2018 tentang peningkatan tugas dan fungsi DPRD.

“Nah, jadi itu sudah diatur dan yang mengatur BKPSDM. Dan kenapa harus di Pangkalpinang? karena change (pertukaran) yang di Pangkalpinang (DPRD) ke Belitung yang Belitung ke Pangkalpinang. Itu memang diatur sedimikian rupa biar berbagi,” sebut Politisi dari partai berlambang Banteng tersebut melalui telpon seluler, baru-baru ini.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Belitung, Hendra Pramono, SE, juga mengatakan hal yang sama, menurutnya hal ini bukan keinginan DPRD namun sudah diatur dalam BPSDM Kemendagri.

Politisi Hanura tersebut menjelaskan, hal ini memang agenda rutin yang diadakan oleh anggota DPRD. Dan, diwajibkan untuk seluruhnya yang datang.

“Jadi kalau orientasi ini tidak boleh sendiri-sendiri atau berkelompok. Karena, ketika dilakukan sendiri-sendiri akan memakan biaya yang cukup besar. Tidak mungkin sendiri-sendiri, kita kan melibatkan Universitas Bangka Belitung juga. Kalau gitu tidak perlu ada DL baik itu legislatif maupun eksekutif, tinggal orang itu yang kita suruh datang ke Belitung kalau memang harus begitu. Tapikan tidak semuanya harus begitu,” ujarnya. (fg6)

Editor: sue

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *