Video Viral Mahasiswa UBB, Ketua DPD KNPI Belitung Ungkap Pentingnya Adab Bersama Ilmu

by -
Video Viral Mahasiswa UBB, Ketua DPD KNPI Belitung Ungkap Pentingnya Adab Bersama Ilmu
Ketua DPD KNPI Belitung Muhammad Hafrian Fajar S.M (Paling kanan) saat diwawancarai wartawan. Foto: Ist.

Jarwok Jelaskan Tiga Aspek Penting dalam Berkehidupan

Penulis: */ | Editor: Subrata Kampit

BELITUNG, JABEJABE.co – Ketua DPD KNPI Belitung Muhammad Hafrian Fajar S.M angkat bicara terkait informasi santer video yang menampilkan audiensi antara Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah dan sejumlah mahasiswa yang menunjukkan prilaku tidak sopan baru-baru ini.

Selaku mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Islam Indonesia (UII Yogyakarta), Hafrian Fajar menegaskan bahwa yang terjadi dalam video tersebut sangat disayangkan karena akan sedikit meretas nama baik mahasiswa pada umumnya dan khususnya mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB).

“Kawan-kawan mahasiswa yang selalu dalam garis perjuangan untuk menjalankan statusnya sebagai kontrol sosial, generasi pembaharu perubahan, penjaga nilai, dan penerus bangsa harus mendahulukan adab dalam berkomunikasi kepada ‘Umarah’ (pemimpin),” ujar Jarwok, sapaan akrab Hafrian Fajar.

Karena Pak Wagub Abdul Fatah, lanjut Jarwok, selain sebagai pemimpin dan simbol kedaerahan melainkan sebagai orang tua kita bersama, yang seyogyanya dihormati.

“Apalgi beliau terbuka kepada mahasiswa untuk berdiskusi, saya paham betul karakter Pak Abdul Fatah,” ujarnya.

“Tetapi kita juga harus memaklumi, para mahasiswa ini, di dalam dadanya berkobar api untuk sebuah masa depan yang baik untuk mereka dan daerah ini,” imbuhnya.

Sebagai mahasiswa, Jarwok menilai mereka perlu dibina agar lebih baik lagi.

“Kampus adalah tempat perkaderan agar mahasiswa selaras antara ilmu dan adab. Saya meyakini bahwa maksud dan tujuan para mahasiswa sebetulnya baik, kita sebagai senior mereka, orang tua mereka, dan pembina mereka patutlah memberikan pikiran-pikiran baik dan nasehat yang bijak, bukan menyudutkan apalagi menyalahkan,” beber Jarwok.

Tak lupa Jarwok berpesan kepada kawan-kawan mahasiswa di daerah maupun di seluruh Indonesia agar tetap dalam garis perjuangan.

“Tetapi haruslah memperhatikan 3 (Tiga) aspek penting dalam berkehidupan, yang pertama ialah niat, yang kedua ialah cara, dan yang ketiga ialah tujuan,” jelasnya.

“Terkadang kita sebagai manusia sudah memiliki niat yang baik, tujuan yang baik, tetapi caranya yang kurang baik, maka lunturlah nilai-nilai dari niat dan tujuan yang baik tadi di mata orang lain,” ulas Jarwok.

Maka dari itu, menurutnya ketika sudah memiliki niat yang baik, tujuan yang baik, sempurnakanlah dengan cara-cara yang baik.

“Sehingga apa yang kita niatkan dan tujukan tersampaikan dengan baik lalu diterima dengan baik. Keutamaannya jangan tinggalkan adab dalam menuntut ilmu,” tandasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *