Kerumunan Warga Antri Elpiji Berpotensi Terpapar Corona, Isyak Usul ke Gubernur Sistem Layanan Antar

oleh -
Kerumunan Warga Antri Elpiji Berpotensi Terpapar Corona, Isyak Usul ke Gubernur Sistem Layanan Antar
Kerumunan warga yang berebut untuk membeli tabung gas elpiji 3 Kg di sebuah pangkalan gas LPG 3 Kg yang terletak di Jalan Lettu Mad Daud, Kelurahan Kampung Parit, Kecamatan Tanjungpandan. Foto: Istimewa.

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Foto serta pemberitaan terkait kurangnya kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran Coronavirus atau Covid 19 di Kabupaten Belitung viral di Sosial Media (Sosmed), Rabu (1/4/2020).

Foto serta pemberitaan yang dimaksud menunjuk pada kerumunan warga yang berebut untuk membeli tabung gas elpiji 3 Kg di sebuah pangkalan gas LPG 3 Kg yang berada di Jalan Lettu Mad Daud, Kelurahan Kampung Parit, Kecamatan Tanjungpandan.

Mirisnya, jarak antara perorangan tidak ada 1 meter bahkan tidak sedikit yang tidak menggunakan masker.

Bahkan, Babinsa setempat juga sempat mencoba untuk mengimbau untuk antri dengan jarak 1,5 meter namun tak digubris.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie merasa sangat sedih atas kurangnya kesadaran dari masyarakat tersebut. Namun di sisi lain, ia tak banyak kata melihat kondisi tersebut, mengingat masyarakat sangat membutuhkan gas elpiji ini, sehingga membuat mereka terpaksa melakukan hal tersebut.

Sedangkan untuk mengantisipasi hal itu tidak terulang kembali, Isyak menyebutkan bawasannya ia sudah menelpon Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, Rabu (1/4/2020) malam.

Dalam telpon kepada gubernur tersebut Isyak meminta supaya gubernur mengeluarkan surat edaran atau sejenisnya yang tertuju kepada seluruh agen gas LPG 3 Kg.

“Kemudian agen gas elpiji 3 Kg, agar memerintahkan pangkalannya untuk menggunakan mekanisme delivery service atau sistem layanan antar, untuk masa covid 19 yang sedang pandemi ini,” kata Isyak kepada jabejabe.co, Rabu (1/4/2020).

Ia berharap agar surat edaran itu segera terealisasi sehingga tidak ada lagi masyarakat yang datang ke pangkalan dan berkerumunan. Ini dilakukan untuk menghindari penumpukan masa, tanpa ada lagi physical distancing, karena ini sangat berbahaya kontaminasi virus corona.

“Nanti (jika sudah ada surat edaran) mereka hanya mendaftarkan ke RT dan RT mendaftarkan ke pangkalan dan pangkalan menuju orang yang mengantarkan sesuai dengan daftar yang dibawa RT tersebut. Jadi tanggung jawabnya nanti ada di Pak RT dan juga ada di pangkalan tersebut,” ujar orang nomor dua di Belitung ini.

“Sedih (lihat foto yang beredar) dan ingin segera menerapkan sistem layanan antar tersebut, untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga,” tutupnya.

 

Reporter: Faizal
Editor: Subrata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *