Kepala SMA Negeri 1 Manggar Narasumber Diskusi Terpumpun Implementasi KBM dalam Masa Pandemi Covid 19 Itjen Kemdikbud 2020

by -
Kepala SMA Negeri 1 Manggar Narasumber Diskusi Terpumpun Implementasi KBM dalam Masa Pandemi Covid 19 Itjen Kemdikbud 2020 (2)
Kepala SMA Negeri 1 Manggar, Sabarudin, M.Pd, saat mengikuti jalannya diskusi terpumpun Itjen Kemdikbud tentang implementasi KBM di masa Pandemi Covid-19, Rabu (02/09/2020). Foto: Ist/SMA Negeri 1 Manggar.

MANGGAR, JABEJABE.co – Dalam rangka menyelenggarakan pendidikan pada masa pandemic Covid-19, inspektorat II telah melakukan penjaringan data dan pemantauan. Hal ini dilakukan guna melihat dan menganalisis hal-hal yang dirasa penting dalam implementasi kegiatan belajar mengajar jenjang SMA pada masa pandemic Covid-19.

Guna menyamakan persepsi terkait hal tersebut, inspektorat II Kemendikbud melakukan forum diskusi terpumpun pada Rabu (02/09/2020) pukul 13.00 WIB sampai selesai melalui Zoom Meeting.

Hadir didalam forum tersebut, Inspektur Jenderal Kemendikbud, Sekretaris Itjen, Direktorat SMA, Kepala Dinas Pendidikan (Provinsi Bangka Belitung, Sumatera Barat, Riau, dan Bengkulu). Serta hadir pula Kepala Cabang Dinas Pendidikan Payakumbuh, perwakilan Guru dan orang tua, serta perwakilan dari unsur kepala oleh Kepala SMA Negeri 1 Manggar dan kepala SMA Negeri 5 Pekanbaru.

Membuka Forum Diskusi, Irjen Kemendikbud, Catharina M Girsang memberikan paparan terkait aturan-aturan penyelenggaraan kegiatan belajar tatap muka di masa pandemic Covid-19.

“Kita saat ini terbagi menjadi tiga zona, yaitu zona hijau, kuning, orange, dan merah,” ungkap Catharina.
Menurut Catharina, zona hijau dan zona kuning boleh melakukan KBM tatap muka. Sedangkan zona orange dan zona merah tidak boleh melakukan KBM tatap muka. Data terbaru menunjukkan 52% daerah di Indonesia masuk ke zona hijau dan kuning, sedangkan 48% lainnya masuk ke zona orange dan merah.

Dari data ini ia mengatakan bahwa KBM tatap muka boleh dilakukan di zona hijau dan kuning dengan catatan disetujui pemda dan orang tua peserta didik.

Lebih lanjut menurut Catharina, apabila salah satu pihak tidak menyetujui, maka dapat dipilih dua opsi yaitu KBM tatap muka atau tetap belajar dari rumah (BDR) bagi yang tidak setuju. Selain itu, Catharina juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan kurikulum darurat yang sumbernya tetap pada kurikulum 2013 namun dipangkas menjadi kompetensi-kompetensi penting saja. Hal ini dilakukan untuk meng-cover hal-hal yang terjadi dalam pembelajaran selama Covid-19 ini terjadi.

Menutup paparannya, Catharina berharap semua pihak dapat bekerja sama serta tetap semangat sampai pandemi ini benar-benar berakhir.

Menyambung pemaparan Irjen Kemendikbud, Direktur SMA Kemendikbud, Purwandi Sutanto juga berharap pandemi ini segera berakhir. Namun sebelumnya, Purwandi kembali mengingatkan setiap sekolah tetap menerapkan dan menaati protokol pencegahan Covid-19.