Kenapa Tenun Cual Jutaan? Ibu Melati Ajak Proses Tenun Songket Khas Babel

by -
Kenapa Tenun Cual Jutaan, Ibu Melati Ajak Proses Tenun Songket Khas Babel (1)

MUNTOK, JABEJABE.co – Menenun songket itu tidak mudah, semakin sedikit jumlah benang yang digunakan itu akan mempengaruhi tekstur atau kelembutan hasilnya. Hal ini sebagaiman dikatakan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi dalam kunjungannya ke Kelompok Tenun Bunda Cempaka “Lena”, Senin (19/10/2020),

Bahkan saat berkunjung ke rumah produksi tenun songket cual milik Magdalena di Kota Muntok, Melati coba memangku alat tenun di kakinya, merasakan sulitnya menenun yang membutuhkan ketelatenan, serta ketelitian dan tenaga yang kuat.

Jaman dulu, perempuan-perempuan Bangka yang dipingit mengerjakan tenun songket bermotif cual khas Bangka Belitung mampu menghasilkan tenunan yang jauh lebih halus. Ternyata teknik yang digunakan ini merupakan teknik yang lebih sulit, karena gulungan benang yang digunakan lebih sedikit, tetapi tiap helai benangnya dibagi menjadi lebih banyak.

“Kebayang bagaimana lama dan sulitnya proses pembuatan tiap tenun songket cual ini. Hanya saja sekarang sudah ada alat pembelah benang ini dan cukup membantu penenun,” ungkap Melati.

Pemilik rumah produksi tenun songket cual, Magdalena, saat berbincang bersama Melati Erzaldi mengatakan, dirinya ketertarikan menjadi seorang penenundimulai dari melihat-lihat pengrajin tenun yang merupakan tetangganya.

“Mengerjakan apa saja apalagi menenun harus tertarik dan mencintai dulu, baru bisa bersungguh-sungguh mengerjakannya, dan betul sekali menenun adalah karya seni,” ungkap Magdalena.

“Penyelesaian satu selendang bagi yang mahir membutuhkan waktu 10 hari, dengan wajib duduk menenun selama delapan jam per hari,” tambahnya.

Tidak heran, tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan untuk membayar harga satu paket tenun songket cual yang normalnya di angka 3 hingga lebih dari 7 juta rupiah. Selain karena tingkat kesulitannya, pembuatan ini memakan waktu hingga mencapai 1,5 bulan, untuk satu paket kain dan selendang juga menjadi karya seni penenunnya.

“Luar biasa koordinasi yang harus dilakukan tubuh kita saat menyusun satu baris serat tenun saja, selain pegangan dan tekanan tangan yang harus kencang, tendangannya juga harus kuat. Pantas saja penyelesaiannya butuh waktu berbulan-bulan, harga yang cukup mahal. Jadi, jika ingin membeli tenun songket cual, jangan ditawar-tawar harganya ” ungkap Melati Erzaldi.

Sumber: Dinas Kominfo
Penulis: Nona dp
Fotografer: Saktio
Editor: Listya Anindita/ Sue