Kemitraan Sawit Koperasi Subur Makmur Bangun Masyarakat Beltim Bangkit dan Berdaya

oleh -
Kemitraan Sawit Koperasi Subur Makmur Bangun Masyarakat Beltim Bangkit dan Berdaya (1)

KELAPA KAMPIT, JABEJABE.co – Masyarakat mitra PT. Steelindo Wahana Perkasa (PT.SWP) melalui Koperasi Subur Makmur patut bersyukur dengan pola Kemitraan Usaha Tani Kelapa Sawit yang diusung Nadiarsyah selaku Ketua Koperasi Subur Makmur.

Dengan pola ini, masyarakat pemilik lahan ber-SKT (Surat Keterangan Tanah) tinggal membuat proposal pengajuan terkait kerjasama dengan Koperasi Subur Makmur.

Setelah persetujuan diberikan Koperasi Subur Makmur, kemudian dilakukan pembersihan lahan (Land Clearing) serta mendapatkan pasokan bibit unggul.

Ketua Koperasi Subur Makmur, Nadiarsyah menyebutkan, konsep Kemitraan Usaha Tani Kelapa Sawit tersebut bukan hanya sekedar ganti untung, namun membangun masyarakat Belitung Timur yang bangkit dan berdaya.

Lebih lanjut dikatakan Nadi, sapaan Ketua Koperasi Subur Makmur, pembiayaan akan terus dilakukan sebagaimana jumlah yang ditetapkan oleh koperasi hingga masyarakat mendapatkan hasil.

“Kemudian dari hasil ini nanti diperhitungkan kembali jumlah biaya yang terpakai, perawatan, dan tentu saja presentase yang diterima masyarakat,” ujar Pengusaha muda yang juga menjabat sebagai ketua Karang Taruna Beltim tersebut.

Nadi pun menargetkan, dalam rentang waktu tujuh hingga delapan tahun kemudian kebun kelapa sawit ini sudah secara utuh menjadi milik masyarakat.

Sementara itu, Jumali (43) Warga RT.08 RW.04 Dusun Penirukan Desa Mayang Kab. Beltim yang bermitra dengan Koperasi Subur Makmur mengaku bersyukur dengan pola Kemitraan Usaha Tani Kelapa Sawit.

Ayah dua anak tersebut sudah belasan tahun berkebun namun hanya mengelola setengah dari lahan yang seutuhnya ia miliki. Namun setelah melakukan kemitraan dengan Koperasi Subur Makmur, Jumali kemudian menuntaskan lahan yang selama ini tidak bisa ia kelola.

“Total luas lahan saat ini 2,3 hektar dan Alhamdulillah pohon sawit yang ditanam berjumlah 400 batang,” ujar Jumali.

Hingga kini, dalam kurun masa tanam sekira 5 (Lima) bulan, bibit pohon sawit siap tanam yang sebelumnya hanya setinggi 50 sentimeter kini tumbuh subur setinggi 1,5 meter.

“Sekarang (Tingginya) sudah 1,5 meter. Usia saat ini sudah 1,2 tahun, yakni 9 bulan usia bibit dan usia penanaman di lahan ini sudah 5 (Lima) bulan,” terang Jumali.

Baca Juga:  Pelindo Tanjungpandan Serahkan Bagan bagi Desa Sungai Padang

Di sela-sela tanaman kepala sawit, Jumali masih sempat menanam cabai, jagung, dan lada.

Menurut Jumali, selain mendapatkan hasil dari tanam tumbuh di kebunnya, ia juga mendapatkan hasil dari upah borongan penanaman dan perawatan kelapa sawit dari mulai penanaman, perawatan, pemupukan, pruning hingga penyemprotan.

“Ada pendapatan mingguan selain hasil panen cabai dan tanaman lain,” ujar Jumali.**

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *