Kelas Sosioliterasi: Inovasi Literasi di Masa Pandemi

oleh -
Kelas Sosioliterasi, Inovasi Literasi di Masa Pandemi

Berdasarkan angket yang telah disebar secara daring kepada peserta didik Kelas Sosioliterasi SMA Negeri 1 Manggar, tantangan terbesar mewujudkan capaian Kelas Sosioliterasi adalah meningkatkan minat menulis yang hanya 40,70%, serta merubah mindset peserta didik dengan alasan-alasan pesimis mereka, seperti merasa tidak berbakat menulis (50%) dan tidak hobi menulis (29%).

Selain itu, tantangan besar lainnya yakni melatih dan memotivasi mereka agar bisa menulis di media massa itu sendiri. Karena kita ketahui, bagi guru saja, minat menulis apalagi menulis di media massa adalah sesuatu yang jarang. Itu pun dilakukan karena ‘kepepet’ untuk naik pangkat/ golongan. Berangkat dari hal tersebut, program Kelas Sosioliterasi ini dibuat sebagai wujud inovasi literasi menulis di media massa bagi peserta didik. Yang mana strategi pembelajaran ini adalah yang pertama kali dilakukan di Provinsi Kep. Bangka Belitung.

Program yang direncanakan dan didesain pastinya memberikan manfaat untuk memacu atau memperbaiki kualitas insan dalam berliterasi. Dalam hal ini, program Kelas Sosioliterasi diharapkan efektif, menumbuhkembangkan budaya literasi, hingga mewariskan peninggalan (produk) yang berguna untuk sekolah dan masyarakat luas. Selanjutnya, karya kelas Sosioliterasi ini bermanfaat pula bagi kalangan guru. Yaitu memotivasi guru untuk ikut aktif menulis di media massa.

Produk literasi siswa yang diterbitkan di media massa memberikan pengetahunan terkini tentang apa yang dipikirkan/ dialami pemuda, serta hal tersebut menjadi informasi/ data dan bacaan (online) di masa pandemi bagi guru, orang tua, masyarakat, bahkan pemerintah setempat untuk mengambil kebijakan/ keputusan. Di sisi lain, tulisan siswa yang dibukukan ini memiliki daya guna dalam memperkaya ilmu pengetahuan di media massa, termasuk sebagai warisan literasi bagi generasi selanjutnya serta penulis-penulis di masa depan.

Pada masa pandemi Covid-19, kegiatan pembelajaran Kelas Sosioliterasi menggunakan metode kombinasi, yaitu tatap muka di kelas dan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), tergantung status darurat saat itu. Inovasi pembelajaran di masa pandemi yang dilakukan pada kelas ini ialah guru mengkaji, merancang dan mempersiapkan media yang tepat (daring). Untuk materi pembelajaran, guru menyiapkan materi yang ditulis di website dan membuat video pembelajaran. Selain itu, pertemuan PJJ menggunakan video meetings dan dipermudah dengan grup WA untuk komunikasi/ koordinasi setiap dibutuhkan.

Baca Juga:  Tanggap Darurat Covid-19!

Selain menyediakan materi, guru juga harus menjadi model yang stabil dalam menulis di media massa. Di mana ini menjadi salah satu penyemangat bagi siswa untuk terus memperbaiki tulisan mereka hingga dirilis di media massa.

Banyak cara yang dapat dilakukan guru untuk memaksimalkan potensi menulis siswa. Dalam membimbing Kelas Sosioliterasi, ada hal-hal yang terkadang harus dilakukan di luar jadwal sekolah. Pertama, proses seleksi dan pemetaan tulisan peserta didik. Di mana, guru harus membaca tulisan-tulisan siswa yang untuk selanjutnya diklasifikasikan sesuai dengan kemampuan menulisnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *