Kecelakaan Tambang di Kelapa Kampit Renggut Satu Korban Jiwa

by -
Kecelakaan Tambang di Kelapa Kampit Renggut Satu Korban Jiwa (1)
Salah satu korban laka tambang, Fransiskus saat berada di Puskesmas Kelapa Kampit, Sabtu (10/4/2021). sue/ jabejabe.co

Sebongkah Batu Berukuran Satu Meter Jatuh ke Lubang

Penulis: su3 | Editor: Subrata Kampit

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Kecelakaan (laka) tambang kembali terjadi di Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur, Sabtu (10/4/2021).

Peristiwa yang menewaskan Asrin (38) seorang warga Jalan Selindang Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit tersebut terjadi di area kawasan tambang Bidadari di Kampung Gunung Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit.

Selain Asrin, seorang penambang lainnya yang menjadi korban yakni Fransiskus Amanda (19) warga Desa Mayang, saat ini sedang menjalani perawatan di Puskesmas untuk kemudian dirujuk ke RSUD Beltim.

Selaku pemilik Tambang Konvensional (TK) Saludin (44) yang merupakan Warga Desa Senyubuk, menyebutkan, laka tambang tersebut terjadi sekira pukul 13.00 WIB.

Ketika peristiwa laka berlangsung, Saludin mengaku bahwa dirinya berada sekitar 30 meter dari tempat kejadian.

Menurut Saludin, kecelakaan tersebut berawal saat anaknya Fransiskus menyemprot (Dengan air) dinding lubang yang memiliki kedalaman sekitar dua meter.

Tiba-tiba, sebongkah batu berukuran sekitar satu meter jatuh dan tanah menimpa anaknya Frans dan seorang lainnya, yakni Asrin yang duduk di bawah, yakni area kapu-kapu.

Butuh 15 menit untuk melakukan evakuasi. Usai dievakuasi, keduanya segera dilarikan ke Puskesmas Kelapa Kampit.

30 Menit Sebelum Dibawa ke Puskesmas Sudah Meninggal Dunia 

Tim Medis piket Puskesmas Kelapa Kampit, dr Febi menyebutkan jika dilihat dari pemeriksaan fisik atau visum luar, korban Fransiskus mengalami cedera di tulang belakang bagian bawah.

“Kemudian kakinya tidak bisa diangkat, namun bisa bergerak, bisa dibilang lumpuh, namun masih bisa merasa,” ujar dr. Febi.

Lebih lanjut menurut dr Febi, pihaknya belum bisa melakukan pemeriksaan penunjang lebih lanjut. Oleh karenanya, untuk memastikan itu pihaknya akan merujuk pasien Fransiskus ke RSUD Beltim di Manggar guna memastikan jika memang ada faktor atau cedera yang lainnya.

Sementara itu untuk korban meninggal dunia, dr Febi memastikan bahwa ketika tiba di Puskesmas Kelapa Kampit, Asrin sudah meninggal dunia.

“Ada luka lecet sedikit di kepala, kemudian lebam di bagian punggung. Kemungkinan sudah meninggal sekitar 30 menit sebelum dibawa ke sini (Puskesmas),” tutupnya.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *