Kerenlah, Karya Inovatif Guru SMP 4 Gantung Belitung Timur Diapresiasi Kemenkumham RI

oleh -
Kerenlah, Karya Inovatif Guru SMP 4 Gantung Belitung Timur Diapresiasi Kemenkumham RI
Kolase, Kiri: Media alat peraga manasik haji yang diberi nama Alga Maji. Kanan: Heriyanto saat menunjukkan sertifikat paten yang dikeluarkan Kemenkumham RI untuk karya inovatifnya. Foto: Istimewa/ Dok Pribadi (Heriyanto).

Reporter: jb1 | Editor: sue

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Prestasi mentereng ditunjukkan Heriyanto S.H.I, guru di SMP Negeri 4 Gantung, Belitung Timur.

Pria kelahiran Desa Seri Tanjung, 31 Juli 1984 ini merupakan guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sejak 2010 hingga sekarang.

Sebagai tenaga pendidik, pria berusia 37 tahun ini tak hanya mengajar, namun ia bekerja keras menciptakan karya inovasi berupa alat peraga pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Dari karya tersebut, Heriyanto kemudian mendapatkan fasilitas Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia (RI). Dengan begitu, diharapkan dapat terus berinovasi dan berkarya dengan lebih tenang serta percaya diri.

“Saya sangat senang, akhirnya bisa membuat karya inovasi dan mendapatkan sertifikat hak paten ini,” ujar Heriyanto.

Adapun yang dipatenkan tersebut adalah alat peraga manasik haji dari kardus bekas dan daun kering.

Alat peraga yang diberi nama “Alga Maji” ini merupakan alat peraga sederhana yang sering digunakan Heriyanto dalam kegiatan pembelajaran di kelas IX pada materi Haji dan Umrah. Sebelumnya, ia sering mengalami kesulitan ketika memberikan materi Haji dan Umrah kepada siswa karena tidak ada alat peraga yang memadai.

Ia mengaku, butuh waktu satu hingga dua minggu untuk bisa menghasilkan alat peraga manasik haji dengan hasil yang baik berupa miniatur Ka’bah dari kardus bekas, miniatur Bukit Safa dan Marwah dan miniatur Padang Arofah.

“Dibutuhkan kesabaran, ketelatenan, ketelitian yang tinggi untuk membuatnya,” kata Heriyanto.

Meski kegiatan pembelajaran masih dilakukan secara terbatas, tapi ia ingin tetap memberikan yang terbaik saat memberikan pembelajaran di kelas.

Di sisi lain, lanjutnya, Alga Maji pernah diikutkan pada lomba inovasi pembelajaran tingkat nasional yang diselengarakan Kementerian dan Kebudayaan RI pada tahun 2019.

Baca Juga:  Herman Sujono Pimpin Karang Taruna Beltim

“Alhamdulillah lolos sebagai finalis di Kota Batu Malang Jawa Timur,” ungkap guru berprestasi tingkat nasional tahun 2018 ini.

Menurut Heriyanto, dengan adanya sertifikat hak cipta dari Kementerian Hukum dan HAM seperti ini dapat memotivasi kawan-kawan guru yang lain untuk berkarya dan berinovasi ke depan.

Selain itu, dengan adanya alat peraga pembelajaran yang dibuat guru, dapat memudahkan penyampaian materi pembelajaran kepada siswa.

“Sekarang ini dibutuhkan inovasi dari guru untuk memajukan pendidikan, khususnya di Kabupaten Belitung Timur. Kemudian setifikat HAKI ini adalah awal produk inovasi guru yang diakui oleh pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,” bebernya.

Heriyanto berharap, semoga ke depannya semakin banyak guru-guru di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya di Kabupaten Belitung Timur yang berinovasi dalam kegiatan pembelajaran, dan semoga dengan semakin banyaknya guru berinovasi bisa memajukan dunia pendidikan di Belitung Timur.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *