Kartu Kendali Gas Bersubsidi Tidak Untuk Orang Kaya, PNS, TNI/Polri dan Karyawan BUMN

by -
Kartu Kendali Gas Bersubsidi Tidak Untuk Orang Kaya, PNS, TNIPolri dan Karyawan BUMN (1)
Sales Branch Manager Pertamina Rayon VI Palembang, Muhammad Agung Afrizal.

MANGGAR, JABEJABE.co – PT Pertamina Rayon VI Palembang akan segera menerbitkan kartu kendali untuk pengguna gas bersubsidi tiga kilogram. Hal ini untuk mengantisipasi penyalahgunaan gas bersubsidi oleh orang yang tidak berhak.

Layaknya kartu kendali saat distribusi minyak tanah beberapa waktu lalu, yang boleh membeli gas bersubsidi hanya pemilik kartu. Kartu hanya akan diberikan bagi masyarakat miskin serta pelaku usaha mikro kecil dan menengah.

Sales Branch Manager Pertamina Rayon VI Palembang Muhammad Agung Afrizal dalam Kunjungan Kerja Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapil Belitung dan Beltim di Ruang Rapat Bupati Beltim, Selasa (23/6/2020), mengatakan, Pertamina akan bekerjasama dengan Pemkab Beltim untuk mendata kembali masyarakat yang berhak memperoleh kartu kendali.

“Kita akan kerjasama dengan pihak Kabupaten. Kita butuh data, berapa orang yang benar-benar layak diberikan kartu kendali,” kata Agung.

Agung menekankan data yang diberikan Pemkab Beltim harus sudah diperbaharui dan divalidasi, mengingat jika merunjuk ke data hasil konversi minyak ke gas tahun 2016 lalu banyak yang kurang valid.

“Dak bisa kalau kita pakai data itu, kurang valid. Kalau bisa yang terbaru, agar benar-benar sesuai sasaran,” ujar Agung.

Diakui Agung jika selama ini banyak orang yang tidak berhak ikut menikmati subsidi gas tiga kilogram. Kondisi itu disebutnya membuat permintaan gas subsidi melebihi kuota.

“Kan aturannya jelas untuk masyarakat miskin. Orang kaya, PNS, TNI/Polri dan karyawan BUMN tidak boleh menggunakan gas subsidi,” tegas Agung.

Agung pun menyarakan agar pangkalan dan BUMDes juga ikut menjual gas non subsidi 12 kilogram, sehingga saat ada yang yang tidak berhak ingin membeli gas 3 kilogram diminta untuk membeli gas 12 kilogram.

“Kalau sanksi bagi pangkalan yang nakal itu langsung dari agen. Agen dapat menarik kontrak pangklan yang nakal,” jelasnya. (rel/@2!)

Editor: sue