Kapolsek Selat Nasik Sebut Faktor Cuaca Penyebab Tenggelamnya Nelayan Desa Petaling

oleh -
Kapolsek Selat Nasik Sebut Faktor Cuaca Penyebab Tenggelamnya Nelayan Desa Petaling
Evakuasi nelayan Selat Nasik yang tenggelam di Perairan Desa Petaling, Senin (27/4/2020). Foto: Istimewa.

SELAT NASIK, JABEJABE.co – Hendak memperbaiki perangkap ikan atau masyarakat menyebutnya siro, seorang nelayan asal Desa Petaling, Kecamatan Selat Nasik meninggal dunia, Senin (27/4/2020).

Kapolsek Selat Nasik, IPDA Guntur A Napitupulu membenarkan adanya kejadian tersebut, dikatakannya pagi tadi Personel Polsek Selat Nasik mendapat laporan dari masyarakat melali handphone melaporkan adanya masyarakat yang diduga tenggelam saat memperbaiki siro (perangkap) ikan di wilayah perairan Desa Petaling, Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung.

Untuk identitas korban yakni, Jasa (41) warga Jalan Petaling Air Aris Rt.01 Rw. 01 Desa Petaling Kecamatan Selat nasik Kabupaten Belitung.

Kemudian, kata Kapolsek, untuk kronologis kejadian bermula ketika pada Minggu (26/4/2020) sekira pukul 05.30 WIB. Korban berangkay dari rumahnya menuju ke laut perairan Desa Petaling untuk memperbaiki siro ikannya.

Namun, pada Pukul 18.30 WIB istri korban yang bernama Yuyun merasa cemas kenapa korban belum pulang ke rumah.

“Setelah itu istri korban meminta tolong kepada saudara Remadin untuk menyusuri dan mencari korban Jasa Bin Bahamit, ditempat siro ikan yang diperbaiki pada pukul 24.00 WIB,” jelas IPDA Guntur.

Lalu, lanjut Kapolsek, saudara Remadin ini memberitahukan kepada istri korban bahwa korban tidak ditemukan dan hanya yang ada Bot atau kapal yang digunakan oleh korban.

Kemudian setelah itu dilakukan kembali pencarian bersama warga dan pada pukul 06.00 WIB warga melakukan kembali pencarian korban di sekitar lokasi siro ikan milik korban yang sedang diperbaiki. Dan, korban ditemukan sudah tidak bernyawa itu di celah karang yang terletak sekitar 50 meter dari siro yang diperbaiki korban.

“Pada pukul 10.30 WIB korban ditemukan sudah meninggal dunia dan setelah itu dibawa kerumah korban untuk langsung dikebumikan,” bebernya.

Lebih lanjut sebut IPDA Guntur, berdasarkan informasi dari keluarga korban tidak memiliki riwayat penyakit.

“Jadi faktor cuaca di mana di lapangan pada hari Minggu 16 April 2020 pukul 13.00 WIB di wilayah Desa Petaling saat itu hujan deras yang disertai angin kencang,” jelasnya.

Baca Juga:  Belitung Timur Raih Predikat Kabupaten Cukup Peduli HAM

Reporter: Faizal
Editor: sue

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *