Kambuh, Resedivis Asal Pangkallalang Ini “Sikat” HP Saudaranya Teman

by -
Kambuh, Resedivis Asal Pangkallalang Ini “Sikat” HP Saudaranya Teman - 2 (1)

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Dua kali keluar masuk penjara nampaknya tidak menimbulkan efek jera bagi pemuda berumur 21 tahun ini.

Pemuda yang beralamat di Jalan A. Yani, Kelurahan Pangkallalang, Tanjungpandan yang berinisial EDB ini harus kembali merasakan hidup di balik jeruji. Kali ini kasusnya telah melakukan tindak pidana pencurian sebuah handphone.

Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan, IPDA I Made Wisma mengatakan pelaku yakni EDB kali ini mencuri sebuah handphone milik saudara temannya si pelaku.

Diungkapkan I Made, kejadiannya pada Sabtu (12/9/2020) sekitar pukul 23.30 WIB malam, yang mana saat itu korban, Rian tengah tertidur di rumah saudaranya, Rusdianto yang juga merupakan teman dari pelaku.

Saat tertidur, korban meletakan Handpone miliknya di atas meja, saat itu pula datanglah pelaku karena memang diajak oleh Rusdianto untuk main ke rumahnya yang beralamat di Jalan Estika Kelurahan Paal Satu, Tanjungpandan.

“Jadi setelah korban tertidur ada teman-teman dari saudaranya ini masuk. Dan pelaku ini masuknya belakangan. Waktu itu pelaku ada menghubungi Rusdianto (saudara korban), yang mana Dia (Rusdianto) bilang di rumah sinilah ada wifi,” tutur Kanit Reskrim tersebut kepada jabejabe.co, Senin (14/9/2020).

Lebih lanjut, korban yakni Rian baru mengetahui bahwa handphonenya merek Xiomi tersebut hilang pagi harinya yakni Minggu (13/9/2020) pukul 09.00 WIB. Keduanya yakni Rian dan Rusdianto pun langsung menaruh curiga pada pelaku yang berinisial EDB ini, karena hanya ia yang terakhir masuk ke rumah.

“Kemudian pada Minggu malam, setelah pelaku ini dicurigai, lalu dicari dan keberadaannya diketahui ada di Gedung Nasional lagi nongkrong, barulah sekira pukul 01.00 WIB (Senin, 13/9/2020) dini hari, pelaku ini dibawa ke Polsek Tanjungpandan oleh Rian dan Rusdianto tadi. Jadi yang membawa mereka bukan dari kepolisian,” jelas I Made.

Selain itu, lanjutnya, pelaku merupakan residivis tahun 2017 dengan kasus yang sama yakni pencurian dan kemudian pada tahun 2018 pelaku juga sempat melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba.

“Dalam kasus ini polisi mengenakan Pasal 362 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. Barang bukti tidak sempat ia jual. Dan korban mengalami kerugian sekitar Rp.2,5juta,” tandasnya.

Reporter: Faizal
Editor: sue