Jika Didaulat Partai dan Masyarakat, Beliadi Siap Turun Gunung Pilkada Beltim 2020

oleh -
Jika Didaulat Partai dan Masyarakat, Beliadi Siap Turun Gunung Pilkada Beltim 2020
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Beliadi, S.IP

Pilkada Beltim Lalu, Beliadi: Pasangan Yang Kita Usung Menang, Tapi Lemah di Program

MANGGAR, JABEJABE.co – Sehubungan dengan Piklada Belitung Timur 2020, sampai saat ini Partai Gerindra masih melakukan kajian yang mendalam terhadap tokoh-tokoh yang akan maju pada kontestasi tersebut. Hal ini sebagaimana dikatakan Ketua DPC Gerindra Belitung Timur, Beliadi, S.IP, saat dikonfirmasi Jabejabe News, Jumat (6/3/2020).

Menurut Beliadi, pihaknya masih melihat visi dan misi yang mumpuni terhadap apa yang dibutuhkan Beltim saat ini dari calon yang akan maju. Hal tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan calon.

Lebih lanjut Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini mengaku tidak mau gagal untuk yang kedua kali.

“Dulu, pasangan yang kita usung menang di Pilkada Beltim, tapi lemah di program dan bisa dikatakan gagal memajukan Beltim. Jauh dari apa yang masyarakat harapkan,” ujar Beli, sapaan akrab Beliadi.

Namun demikian, dirinya tidak perlu menyebutkan satu per satu kegagalan tersebut. Bagaimanapun, lanjutnya, masyarakat sudah sangat tahu dan merasakan kegagalan tersebut.

“Karena itulah kita sangat ekstra hati-hati dalam menentukan calon,” ujarnya.

Saat ditanya bagaimana jika partai dan masyarakat mendaulat dirinya untuk maju mancalonkan diri, Beliadi menjawab jika seperti itu keadaanya, bagaimanapun dirinya tidak oleh boleh berpikir egois dan hanya memikirkan diri sendiri.

“Di DPRD Provinsi ada 45 orang, 9 diantaranya dari Beltim. Tanpa saya di sana, DPRD Pvinsi Babel akan tetap hebat dan mantab, karena sahabat-sahabat saya di sana adalah orang-orang yang mempunyai kapasitas mumpuni,” ujar Beli.

Dirinya tak menampik, selaku praktisi politik, adanya perbedaan kepentingan yang membuat tarik-menarik untuk hal-hal tertentu adalah hal lumrah. Hal tersebut merupakan pertanda dari proses berpikir dan berbuat demi kepentingan masyarakat.

“Tapi di situlah seninya (selaku legislatif),” kata Beli.

Untuk selanjutnya, Beli tidak ingin Beltim dinahkodai oleh pemimpin yang tidak visioner. Karena hal tersebut akan membuat Beltim semakin terpuruk.

“Ada hal-hal tertentu yang harus jadi pertimbangan saya demi masyarakat Beltim yang lebih punya masa depan. Dan saya tidak boleh memikirkan diri-sendiri saja, itu egois namanya,” akunya.

Jika partai dan masyarakat mendaulat dirinya, maka Beliadi akan pertimbangkan diri untuk siap maju di Pilkada Beltim 2020.

“Mudah-mudahan saya bisa menyesuaikan keadaan nanti seperti ekspektasi masyarakat Beltim. Kemudian jika situasi dan kondisinya mendukung, dan masyarakat menghendaki, saya akan persiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Mudah mudahan ini bisa jadi ladang untuk saya beramal, karena sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang bayak,” ujarnya, sembari dirinya berharap adalah penting untuk meneliti dan mengkaji dengan cermat agar Beltim melangkah ke arah yang diharapkan masyarakat . (rel/sue)

Editor: jb02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *