Jelang G20, Bupati Aan “Geli” Masuk Areal Open Pit? Ternyata Ini Penyebabnya!

oleh -
Jelang G20, Bupati Aan “Geli” Masuk Areal Open Pit, Ternyata Ini Penyebabnya!
Kolase Kiri, Bupati Belitung Timur Burhanudin didampingi Sayono Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Beltim dan Syahril Camat Kelapa Kampit dalam Rakor Penataan Geosite Open Pit Namsalu Desa Senyubuk. Kolase, Kanan: Bupati Beltim bersama Bapopnas di kawasan Geosite Open Pit Nam Salu. Foto: Istimewa/ Bapopnas.

Penulis: Subrata | Editor: Subrata

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – “Aku jak urang Kampit gelik masok ke sinek | Aku juga orang Kampit geli (agak jengkel – makna adjektiva)  masuk ke sini (Perjalanan masuk ke areal Open Pit Nam Salu).”

Demikian ungkapan Bupati Belitung Timur (Beltim), Burhanudin, dalam kegiatan Rakor Penataan Geosite Open Pit Nam Salu Desa Senyubuk, bertempat di Balai Adat Desa Senyubuk Kec. Kelapa Kampit, baru-baru ini, Jumat (27/5/2022).

Gelik, semak belukar, kecik aku dak kini duluk’e, berese (Geli, semak belukar, masa kecil aku tak seperti ini dulunya, bersih),” tambah Aan, sapaan Bupati Beltim.

Artinya, lanjut Aan, sebagai urang kampong, tak ada rasa memiliki.

“Tapi mun becakap (kalau ngomong) kite pandai, nyalahkan urang itulah, inilah, berteori pandai, praktek nol!” ujar Aan yang dalam kegiatan tersebut didampingi Sayono Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dan Kepala Dinas Pariwisata, Evi Nardi.

Menurut Aan, sudah saatnya momentum kepariwisataan pada G20 sebagai ajang berkolaborasi dengan segenap elemen.

Sebagai orang Kampit, lanjutnya, apa yang diharapkan dari Open Pit Nam Salu?

What, why, how-lah kata orang Sijok (Sijok atau Sijuk merupakan daerah kawasan atau kecamatan di mana terdapat KEK Pariwisata di Kab. Belitung),” ungkap Aan.

What; Apa yang dikembangkan? Geosite Open Pit Nam Salu.

Why; Mengapa kita mengembangkan Open Pit Nam Salu?

What; Apa yang kita harapkan dari Open Pit Nam Salu? setelah ditetapkan sebagai Geopark Nasional dan Internasional.

What; Apa yang harus kita perbuat untuk Geosite Open Pit Nam Salu?

How; Bagaimana kita mengembangkan Open Pit Nam Salu agar menarik untuk orang datangi?

What & How; Apa dan bagaimana pendapatan yang bisa diambil dari Geosite Open Pit Nam Salu?

“Terus pertanyaan-pertanyaan ini kita buat,” imbuhnya.

Namun demikian, kata Aan, jawaban pertama yang harus didengar, maka pertanyaannya dibalik dulu. “Kira-kira kalian merasa nggak memiliki Open Pit?” tanya Aan.

Orang nomor satu di Beltim ini bertanya-tanya, apakah orang Mentawak merasa nggak memiliki Open Pit? Sementara orang Pembaharuan mengaku tak ada duit dan wilayah.

Baca Juga:  Gubernur Babel Audiensi dengan Nelayan Beltim Terkait Usulan Normalisasi 4 Sungai

“Gimana mau ada duit kalau nggak mau ngembangkan yang ada di kampong, semuanya mau ngucur (dana), nggak kreatif dan inovatif,” sergah Aan.

Aan menilai, seharusnya Desa Mentawak, Desa Senyubuk, Desa Pembaharuan, termasuk Desa Mayang bersinergi dalam membangun destinasi wisata.

Ia pun memberikan arahan kepada camat dan kades di Kecamatan Kelapa Kampit untuk mulai bersinergi terhadap pariwisata serta rasa memiliki antar desa.

Mun kite dak peduli kan objek wisata kite, mikak usa agik bicare pariwisata kan aku (Kalau kita tidak peduli dengan objek wisata kita, kalian jangan bicara pariwisata lagi dengan saya),” tandas Aan.*

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.