Jariah Politik

by -
Jariah Politik (3)
Pembuatan atau perbaikan akses jalan merupakan salah satu infrastruktur yang berpotensi dijadikan praktek Jariah Politik. Foto: Ist (net).

Oleh: Subrata Kampit*

MONEY POLITIC nyatanya memiliki arti dan realisasi yang luas, tidak sesempit mendefenisikan hanya berbentuk uang. Dan, dalam nuansa pesta demokrasi seperti yang terjadi di tahun 2020 kali ini, frase money politic kembali mencuat.

Money politic dalam Bahasa Indonesia adalah suap, arti suap dalam buku kamus besar Bahasa Indonesia adalah sogok.** Politik uang adalah pertukaran uang dengan posisi/ kebijakan/ keputusan politik yang mengatasnamakan kepentingan rakyat tetapi sesungguhnya demi kepentingan pribadi/ kelompok/ partai.***

Tidak melulu bicara uang, money politic yang digunakan bisa jadi bertransformasi dalam berbagai bentuk barang dengan tujuan untuk menarik simpati para pemilih.

Menurut Ahmad Khoirul Umam, dalam Kiai dan Budaya Korupsi di Indonesia (Semarang: Rasail, 2006), 24, bentuk-betuk money politic terbagi ke dalam dua, yakni uang (cash money) dan fasilitas umum.

Uang pun kemudian dibekukan ke dalam dua wujud, diantaranya melebur ke dalam souvenir dan distribusi sumbangan.

Saking menjadi hal lumrah, money politic kemudian disederhanakan dengan landasan berbagai dalih. Uang pun kemudian diartikan dalam berbagai tujuan, bisa jadi pengganti transport atau uang bensin saat kampanye. Selain itu beragam sovenir menarik yang memiliki manfaat, tidak bisa ditebak nilainya secara jelas. Misalnya Buah tangan dalam ajang kampanye harus kurang dari Rp. 60 ribu tampil dalam ragam bentuk. Konsep seperti ini hampir tidak bisa selalu dipantau. Dalam banyak kondisi, nilai suatu barang tidak selalu sama.

Mengikuti kontestasi politik dengan modal nol rupiah hampir seperti mimpi di siang bolong. Meski hanya sekedar souvenir, karena ada saja kelompok – kelompok yang masuk ke berbagai calon yang sengaja mengumpulkan souvenir, lumayanlah. Konon di suatu daerah, Karena tak bermodal dan ingin menjadi anggota legislatif, muncullah ICMI dengan kepanjangan Ikatan Caleg Miskin Indonesia.

Ada satu lagi bentuk money politic yaitu berbentuk fasilitas umum. Model money politic dengan membangun fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat ini, sebut saja Jariah Politik. Secara kamus, jariah berarti perbuatan baik untuk kepentingan masyarakat (umum) yang dilakukan terus-menerus dan tanpa pamrih; perbuatan sosial.

Bentuk- bentuk jariah politik ini memang tak selalu mahal, namun nilainya tidak bisa disebut kecil. Misalnya pembuatan fasilitas umum seperti Mushala, Madrasah, WC Umum, Jalan, atau faslitas – fasilitas lain yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Jariah Politik sedikit lebih aman, dan berpotensi memunculkan “pahala politik” yang mengikat hingga hari pencoblosan. Jariah Politik memberikan kenyamanan di awal. Berbeda halnya dengan iming-iming atau janji politik yang bisa berpotensi memunculkan dosa-dosa politik.

Di samping adanya pro – kontra jariah politik, saya sendiri sering tergelitik oleh aksi poltikus yang terlalu dangkal memahami makna keikhlasan dalam berpolitik. Seperti tidak percaya Tuhan saja, jika yang percaya bahwa kemenangan kontestasi politik itu “Hak Tuhan”, maka suara rakyat sejatinya Suara Tuhan. Yakin saja kemenangan dan kekalahan itu mutlak wewenangnya Tuhan, karena suara-suara Tuhanlah yang disalurkan kepada makhluknya di Bumi.

Karena tidak ikhlas dan percaya pada “Keputusan Tuhan”, ketika kalah dalam pertarungan politk, maka pemberian-pemberian yang sudah disampaikan pun diungkit. Entah itu semen, seng, batako untuk pembuatan masjid. Ada pula karpet masjid yang akhirnya diboyong balik ke rumah politikus gagal.

Yang lebih sadis lagi, si pemberi yang notabene politikus ini sendiri yang mengambil pemberian itu, wiw!. Semua itu bukan terjadi di kampung saya, tapi di daerah lain.

Ujung-ujungnya, “Jariah Politik” jadi “Dosa Politik”.

*) Pembelajar Menulis
**) Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai
Pustaka, Edisi Kedua, 1994), 965.
***) Didik Supriyanto, Koordinator Pengawasan Panwas Pemilu, Http:// Www.Panwaslu, Jum’at