Jangan Terpedaya, Jadikanlah Teknologi Pemberdaya Karya

by -
Jangan Terpedaya, Jadikanlah Teknologi Pemberdaya Karya

Oleh: Leonardus Elvis Tanggono**

KITA SEMUA telah dihadapkan dengan perkembangan zaman yang makin modern dan serba instan. Berbagai teknologi canggih perlahan-lahan muncul ke permukaan, seolah memperlihatkan kepemimpinannya di berbagai bidang.

Menurut situs Wikipedia, Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Semakin banyak kaula muda yang mengikuti arus teknologi maka semakin bertambah pula berbagai jenis teknologi.

Ditambah pula dengan adanya berbagai bentuk media sosial seperti Instagram, WhatsApp, Twitter, Facebook, dan lain semacamnya.

Dengan adanya media sosial ini akan semakin menenggelamkan kaum muda pada arus globalisasi yang kadang kala menjerumuskan mereka kepada hal-hal yang tidak bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Dilansir dari situs medhyhidayat.com, para pengkritik teknologi menyatakan bahwa perkembangan teknologi terkini telah menguasai dan bahkan mengambil ahli kehidupan manusia.

Sebagai pencipta teknologi, manusia kini justru mendamba kepada produk teknologi yang mereka ciptakan sendiri.

Slogan umum yang acap kali kita dengar bahwa “manusia budak teknologi”, sangat tepat menggambarkan kondisi manusia saat ini yang kehilangan kontrol terhadap teknologi.

Teknologi yang sudah sangat akrab dengan kita adalah Handphone. Mustahil apabila di era modernisasi seperti saat ini anak muda tidak memiliki Handphone pada genggaman tangan mereka.

Kebanyakan dari kita hanya menggunakan Handphone untuk berselancar ria di media sosial pribadi masing-masing. Padahal, masih banyak situs bermanfaat yang bisa kita telusuri selain harus membuka media sosial.

Kita bisa menyalurkan bakat yang ada pada diri kita dengan cara memanfaatkan gudget. Bukankah Handphone yang kita punya selalu berada hampir 24 jam di genggaman tangan kita? Lalu, mengapa kita tidak bisa menyalurkan hobi atau bakat yang kita punya melalui Handphone?

Sebagai contoh, seorang Youtouber ternama Indonesia, Atta Halilintar. Pada awalnya Atta hanya membuat video melalui handpone jadul yang pada saat itu sedang trand pada masanya.

Semuanya ia mulai lakukan dari handphone pribadi miliknya, dari mulai merekam video, mengedit berbagai jenis video yang sudah terekam, bahkan mengupload video miliknya pun melalui handphone. Semuanya bermula dari handphone.

Nah, bukan tidak mungkin jika kalian menyalurkan hobi dan bakat kalian hanya dengan melalui handphone.

Bagi kalian yang mempunyai hobi menonton drama korea, jangan hanya ingin memenuhi hobi kalian itu saja tanpa menghasilkan apapun melalui hobi kalian. Bisa saja hobi yang menurut kalian tidak memiliki banyak manfaat, namun sewaktu-waktu bisa memberikan manfaat.

Semisal, kalian bisa mempelajari bahasa Korea melalui drama yang sering kalian tonton. Hal itu pun jelas akan semakin menambah wawasan.

Jika kalian sudah mahir dalam bahasa Korea, kalian bisa menjadi translator drama Korea, dan jelas akan menghasilkan banyak pundi-pundi rupiah.

Lalu, jika ada yang memiliki hobi menulis, bukan berarti kalian tidak bisa menulis melalui handphone. Sekarang banyak sekali aplikasi menulis dan membaca di handphone.

Kalian bisa mendwonload berbagai aplikasi tersebut dan menggunakannya guna menyalurkan hobi kalian. Apabila tulisan kalian dilirik oleh pihak penerbit buku atau novel, bukan hal yang mustahil pundi-pundi uang akan menghampiri anda.

Berbagai contoh di atas hanya sebagian kecil saja dari banyaknya manfaat menyalurkan hobi melalui gudget.

Apabila kalian sudah menjadi bagian dari penyalur hobi melalui handphone seperti hal di atas, itu berarti kalian sudah memanfaatkan keinstanan teknologi menjadi pemberdaya karya.

Mari berpikiran kritis dan meyakini prinsip bahwa, kehadiran teknologi adalah untuk memenuhi kepentingan manusia dan mempermudah kehidupan manusia itu sendiri, bukan sebaliknya.

**Siswa sosioliterasi SMAN 1 Manggar