Jadi Narasumber Webinar Nasional, Sabarudin Paparkan Benchmarking Peran Kepsek Sebagai Instructional Leader

by -
Jadi Narasumber Webinar Nasional Sabarudin Paparkan Benchmarking Peran Kepsek Sebagai Instructional Leader (2)

MANGGAR, JABEJABE.co – Kepala SMA Negeri 1 Manggar menjadi narasumber dalam seri webinar guru belajar, Rabu (29/07/2020). Acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan tersebut dilakukan tepat pukul 09.00 dan berakhir pukul 12.00 WIB.

Webinar nasional dengan tema “Benchmarking Peran Kepala Sekolah Sebagai Instructional Leader”, menghadirkan tiga narasumber berprestasi tingkat nasional.

Ketiga narasumber tersebut adalah Dwi Atmi Sutarini (Kepala SD Negeri Pujokusuman 1 Kota Yoyakarta), Patrya Pratama (Direktur Eksekutif INSPIRASI Foundation), serta termasuk didalamnya Kepala SMA Negeri 1 Manggar, Sabarudin.

Webinar yang dimoderatori oleh Pengelolah Data Penganggaran Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan GTK, Walimah Ni’maturrohman tersebut dimulai dengan presentasi yang dipaparkan oleh Dwi Atmi Sutarini. Dalam paparannya Dwi Atmi Sutarini mengangkat judul presentasi yaitu “Peran Kepala Sekolah sebagai Instructional Leader”.

Sutarini secara khusus membahas mengenai peran-peran sentral kepala sekolah dalam memimpin sekolah, terlebih di masa pandemi seperti saat ini. Ia juga memberikan tips dan trik membangun sekolah khususnya di tingkat SD agar lebih maju.

Webinar yang dapat disaksikan di platform Zoom dan Youtube ini dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Manggar, Sabarudin. Presentasi dengan judul yang sama dengan tema webinar ini dibawakan dengan menunjukkan benchmarking yang telah dilakukan SMA Negeri 1 Manggar.

Dalam Pemaparannya Sabarudin menekankan pada program sekolah literasi yang telah berjalan. Ia menyebutkan untuk memulai suatu proses benchmarking diperlukan evaluasi dan analisis yang lebih mendalam terhadap visi dan misi sekolah. Dari proses ini barulah didapatkan hal-hal yang perlu untuk dilakukan benchmarking.

Menurut Sabarudin, SMA Negeri 1 Manggar sendiri perlu melakukan benchmarking terutama di literasi.
“Proses Benchmarking tersebut kemudian dilakukan dengan tujuh poin penting yaitu: 1) membuat komitmen bersama, 2) membentuk satgas literasi, 3) kelas literasi, 4) apresiasi, 5) ekstrakulikuler yang mendukung, 6) komunikasi dan sinergitas, serta 7) dokumentasi karya. Setelah proses-proses tersebut dilakukan, maka hasil akhir yang didapatkan adalah prestasi yang gemilang,” ulasnya.

Narasumber terakhir yang menjadi pembicara adalah Patrya Pratama. Beliau memaparkan mengenai pengalaman program INPIRASI yang beliau lakukan dalam benchmarking peran kepala sekolah sebagai instructional leader. Selain itu beliau mengenalkan program INSPIRASI yang ia lakukan, konteks dan tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan instructional leader, meninjau bukti, dan cara mendukung kepala sekolah menjadi instructional leader.