Istri Kirim Foto “Burung”, Suami di Simpang Renggiang Ini Aniaya Istri, Tak Puas Bakar Rumah

by -
Istri Kirim Foto Burung, Suami di Simpang Renggiang Ini Aniaya Istri, Tak Puas Bakar Rumah
Postingan di facebook oleh sang istri yang mengundang amarah suami (kiri). Kondisi rumah setelah terbakar (kanan). Foto: Istimewa.

SIMPANG RENGGIANG, JABEJABE.co – “Mulutmu harimaumu” pribahasa lama menyebutkan. Namun di masa sekarang diera digitalisasi, pribahasa tersebut kian berubah di kalangan masyarakat. Sekarang ini masyarakat banyak menyebutkan “Jempolmu Harimaumu”.

Ya begitulah setidaknya yang dialami salah seorang perempuan berinisial USA (25) warga Dusun Langkang, Desa Lintang Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur.

Nasib buruk dideritanya ketika usai mengupload sebuah artikel di sosial media Facebook dengan foto “burung” yang berjudul “Nikah Siri Tanpa Ijin Istri, ‘Burung’ Pria Ini Langsung Dipotong Sama Istri Pertamanya. Tak cukup sampai di situ pemilik akun MamaNya Niken tersebut bahkan memberikan caption pada artikel yang ia bagikan tersebut dengan “Untuk u saipul duda bodong.”

Postingan yang merupakan sedikit sindiran terhadap sang suami itu pun akhirnya berujung malapetaka. Yang mana sang suami, SA (29), warga Dusun Langkang, Desa Lintang Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur itu rela memukul istrinya.

Tidak cukup sampai di situ, pertengkaran pun kian memanas hingga berujung sebuah rumah hangus terbakar.

Hal itu, dibenarkan oleh Kapolsek Gantung, AKP Karyadi, S.H, seizin Kapolres Belitung Timur, AKBP, Jojo Sutarjo, S.I.K,M.H, mengungkapkan, kronologis tindak pidana ini terjadi pada Rabu (8/4/2020), sekitar pukul 13.56 WIB di kediaman pelapor atau korban, yaitu USA (25).

“Saat berada (tiba) di dalam rumah, tiba-tiba pelaku datang langsung memukul korban berkali- kali. Bersamaan itu pelaku menjelaskan bahwa dirinya marah karena status di Facebook korban sehingga pelaku memukul dengan menggunakan kepalan tangan pelaku ke arah kepala korban berkali – kali,” ujar AKP Karyadi, Rabu (8/4/2020) saat dikonfirmasi jabejabe.co.

Mengalami tindak kekerasan fisik tersebut, ujar Kapolsek, lalu korban melarikan diri dari dalam rumah. Namun setelah itu, ternyata pelaku mengambil bensin lalu menyiramkan ke rumahnya kemudian pelaku membakar rumah tersebut.

Atas kejadian tersebut pelapor mengalami luka memar pada areal dahi, luka robek pada mulut. Selain itu, Unit Reskrim Polsek Gantung juga mengumpulkan barang bukti berupa: 1 ( satu ) lembar sobekan kain bekas terbakar; 1 ( satu ) buah potongan dirigen bekas terbakar; 1 ( satu ) buah potongan kayu bekas terbakar; dan 1 ( satu ) buah botol plastik.

Lebih lanjut dikatakan AKP karyadi, perbuatan yang dapat menimbulkan bahaya umum bagi barang sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam rumah tangga Dan Pasal 187 ayat (1) KUHPidana.

“Atas tindak pidana ini, pelaku dikenakan hukuman secara kumulatif. Kekerasan dalam lingkungan keluarga dengan ancaman kurungan 5 tahun dan membakar rumah yang membahayakan umum bagi barang diancam 12 ahun penjara,” terangnya.

 

Reporter: Faizal
Editor: Subrata