Instagramable dan Nyaman di Tebat Rasau. Sini Kubisikin, “Banyak yang baru!”

by -
Instagramable dan Nyaman di Tebat Rasau (8)
Informasi seputar Geosite Rawa Kenozoikum Tebat Rasau di Desa Lintang Kecamatan Simpang Renggiang. Foto: Ist. Disbudpar Beltim.

SIMPANG RENGGIANG, JABEJABE.co – Upaya membangun sektor pariwisata dilakukan dengan serius oleh Disbudpar Belitung Timur, diantaranya dengan melengkapi sarana prasarana pendukung kegiatan kepariwisataan di Geosite Rawa Kenozoikum Tebat Rasau Desa Lintang Kecamatan Simpang Renggiang.

Sarana prasarana (Sapras) baru sebagai pelengkap kegiatan kepariwisataan yang telah dibangun adalah dermaga apung, musholla, toilet, rumah gasing, workshop kerajinan tangan, galeri souvenir/cinderamata, aquarium dan rumah singgah/cottage (CSR PT. PLN).

  • Instagramable dan Nyaman di Tebat Rasau (7)

Tebat rasau adalah nama sebuah rawa yang merupakan sungai purba, di mana terdapat tumbuhan rasau (Pandanus Helicopus), ikan endemik yang hidup di dalamnya serta kehidupan nelayan sungai nan bersahaja.

Saat ini, tebat rasau dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata/Pokdarwis Lanun yang anggotanya merupakan masyarakat lokal yang berdomisili di sekitar tebat rasau itu sendiri.

Tebat Rasau merupakan destinasi wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal, domestik dan mancanegara.

Wisatawan yang berkunjung ke sini bisa menikmati keindahan alam, kuliner khas Belitong dengan bahan utamanya ikan air tawar, kopi kutang (kopi tanggar), air sepang dan melihat spot-spot baru.

Potensi besar untuk wisata alam, edukasi kegelogian dan biologi serta tradisi budaya masyarakat nelayan sungai, membuat Disbudpar Beltim serius melakukan pendampingan seperti managerial pengelolaan destinasi wisata, pembuatan paket wisata dan promosi potensi wisata tebat rasau.

Upaya serius tersebut, diharapkan akan menjadikan tebat rasau sebagai destinasi wisata yang mampu menjadi magnet daya tarik wisata untuk wisatawan berkunjung ke Belitung Timur.

 

The Tebat Rasau Cenozoic Swamp Geosite is located in Lintang Village, the district of Simpang Renggiang -East Belitung, ± 50 km from Hanandjoeddin Airport and ± 35 km from the capital of East Belitung Regency.

Tebat Rasau is the name of swamp that has many rasau plants (Pandanus Helicopus), endemic fish that live in it and the daily activity of river fisherman.

Tebat Rasau has been established as a geosite by Belitong Geopark Management and supported by Culture and Tourism Department of East Belitung Regency as an tourist destination based on nature in East Belitung.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *