Ini Kejelasan Isu di Balik Kematian PN dari RSUD Beltim, Terkonfirmasi Covid-19 atau Tidak?

by -
Ini Kejelasan Isu Kematian PN dari RSUD Beltim, Terkonfirmasi Covid-19 atau Tidak (1)
Perwakilan pihak keluarga Tn.PN, Aprialdi Simbolon (paling kanan) saat memberikan penjelasan di ruang pertemuan DPRD Beltim, Senin (12/10/2020). Foto: Istimewa.

MANGGAR, JABEJABE.co – Komisi III DPRD Belitung Timur (Beltim) berinisiasi memanggil pihak-pihak untuk beraudiensi sehubungan dengan penanganan Covid-19 di Belitung Timur. Diantaranya dari pihak pemerintah daerah yang diwakili Sekretaris Daerah Beltim Ikhwan Fahrozi, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penyakit, dan Keluarga Berencana Beltim Muhamad Yulhaedir, pihak RSUD Belitung Timur dr Cahyo Purnomo, dan perwakilan keluarga Tn.PN Aprialdi Simbolon.

Pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Beltim Drs. Jafri tersebut bertujuan meminta kejelasan pasien Covid-19 di Belitung Timur. Diantaranya perkembangan pasien positif Covid-19 yaitu Tn.H yang merupakan kepala salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Beltim dan kejelasan informasi terkait Tn.PN yang meninggal dunia setelah sebelumnya memiliki riwayat kontak dengan Tn.H.

“Pertama-tama itu TN.H salah satu kepala OPD di lingkungan Pemkab Belitung Timur dan sudah ditangani dengan baik oleh pihak terkait. Bahkan, perkembangan terakhir menurut dokter sudah ada peningkatan kesehatan, mudah-mudahan kita doakan beliau segera sembuh,” harap Jafri.

Dijelaskannya sekilas, sebelum diketahui terpapar Covid-19, Tn.H pernah melakukan kegiatan di Pangkalpinang dan selanjutnya terlibat kegiatan dengan beberapa OPD di Beltim.

“Kemudian pihak dari OPD yang pernah berinteraksi dengan Tn. H ini juga sudah dilakukan swab dan hasilnya dalam waktu dekat ini sudah bisa keluar,” ujar Jafri.

Selanjutnya kaitan dengan almarhum Tn.PN, kata Jafri, memang Tn.PN ini mengikuti rapat paripurna di DPRD dan kondisi kesehatannya pada waktu itu sedikit terganggu sehingga berobatlah ke RSUD Beltim sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (9/10/2020).

“Jadi rapat paripurna masih berlangsung, di situ kondisi beliau memang kurang baik yang menurut dr Cahyo dengan gejala muntah-muntah, pusing, dan tensinya mencapai 190,” ungkap Jafri.