Diduga Ingin Open BO di Penginapan Tanjung Pendam, Cekcok, Dua Pemuda Kena Tusuk

oleh -
Diduga Ingin Open BO di Penginapan Tanjung Pendam, Lalu Cekcok, Dua Pemuda Kena Tusuk (1)
Ilustrasi penusukan (Net).

Diawali Cekcok Mulut Antara Dua Pemuda dan Wanita di Penginapan

Reporter: Mondox | Reporter: Subrata Kampit

BELITUNG, JABEJABE.co – Tindak penusukan terjadi di salah satu Penginapan Jalan Pattimura Kelurahan Tanjung Pendam Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung, Senin (29/3/2021) malam.

Korban merupakan dua pemuda asal Selat Nasik, yakni PR (21) dan AG (21). Sementara pelaku dengan inisial PA (16) merupakan warga Tanjungpandan.

Berdasarkan informasi yang dirangkum jabejabe.co dari rekan korban, yakni CW (23), mereka tiba di penginapan di Jalan Pattimura sekitar Pukul 19.30 WIB. Ketiganya bertujuan menginap.

Kepada jabejabe.co, CW bahkan mengakui bahwa kedua temannya diduga ingin melakukan hubungan intim dengan wanita Open BO (Booking Online) di penginapan tersebut.

Menurut CW, temannya PR dan AG sempat mengetuk kemudian masuk ke salah satu kamar penginapan. Namun tak lama kemudian terlibat cek-cok mulut keduanya dengan salah satu perempuan di dalam kamar, yang mana di dalam kamar tersebut terdapat empat orang perempuan lainnya.

Cekcok mulut itu disaksikan oleh tiga orang laki-laki lainnya asal Tanjungpandan yang juga ada di penginapan tersebut, yaitu PA (16), SP (18), dan RI (19).

Melihat cekcok mulut tersebut, tiba-tiba ketiga orang laki-laki asal Tanjungpandan ini langsung mengeroyok PR dan AG, kemudian CW berusaha melerai perkelahian tersebut.

Melihat Dua Kawannya Kalah, PA Ambil Pisau dan Tusuk Lawan

Dalam perkelahian tersebut, kedua rekan CW mampu menumbangkan dua teman PA. Melihat temannya kalah, PA kemudian menuju sepeda motor dan mengambil sebilah pisau, lalu melakukan dua kali tusukan dari belakang terhadap korban PR dan satu kali terhadap korban AG.

Baca Juga:  Maknai Sumpah Pemuda, Gumay Ajak Pemuda Kokohkan Nilai Agama, Budaya, dan Moral

Lebih lanjut dikatakan CW, kedua temannya tersebut langsung lemas dan terjatuh.

Kemudian AG memberitahu kepada CW bahwa punggungnya terasa sakit. Setelah dicek ternyata di punggungnya ada luka sobek dan mengeluarkan darah di punggung. Demikian pula PR yang juga memberitahukan bahwa dirinya juga mendapatkan luka tusuk di bagian punggung.

Usai melakukan penusukan, pelaku PA sempat menawarkan untuk membawa korban ke rumah sakit, namun korban menolak. Kemudian pelaku PA dan teman-temannya pergi meninggalkan CW dan kedua korban yang tergeletak. Menurut CW, kedua temannya tersebut pingsan hingga menjelang waktu subuh.

“Setelah jelang subuh, sekira pukul 04.00 WIB baru korban agak siuman, dan saya minta bantuan kepada teman untuk mengantarkan keduanya ke rumah sakit,” ujar CW.

PA Akui Emosinya Memuncak

Di sisi lain, Pelaku PA mengaku tindakan penusukan tersebut dilakukannya karena ingin menolong saudaranya SP (18) yang saat itu dikeroyok hingga tangannya mengeluarkan darah.

“Jadi aku nak (Mau) bantu, kemudian aku lari (ke arah sepeda motor) ngambil pisau, kemudian aku cucok (Tusuk) yang mukul saudara aku,” kata PA.

PA mengaku saat itu emosinya memuncak hingga ia melakukan penusukan ke korban karena ia melihat seorang temannya lagi MY (19) dipukul dari korban. “Akhirnya aku tusuk dua-duanya,” kata PA.

Saat ini, kedua korban masih dirawat di RSUD dr. H. Marsidi Judono Kabupaten Belitung. Kemudian atas kejadian tersebut, CW lalu melaporkan hal itu ke pihak Kepolisian.

Sementara itu saat ini pihak Kepolisian Resor Belitung sedang melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan para saksi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *