Imlek di Belitung Tetap Gelar Rangkaian Ibadah, Dihimbau Tak Nerima Tamu

by -
Imlek di Belitung Tetap Gelar Rangkaian Ibadah, Dihimbau Tak Nerima Tamu (1)
Ayie Gardiansyah

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Kurang dari dua pekan, warga Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Cina atau Imlek 2021.

Namun ada yang berbeda pada perayaan Imlek yang jatuh pada tanggal 12 Februari 2021 ini. Yakni etnis Tionghoa dihimbau untuk tidak menerima tamu.

Tidak boleh menerima tamu saat perayaan imlek tersebut dengan harapan supaya dapat memutus mata rantai Covid-19.

“Kita sudah ada imbauan, bahwa tahun ini kita tidak menerima tamu. Hal itu, kita lakukan untuk membantu pemerintah memutuskan mata rantai dari Covid-19,” kata Tokoh Masyarakat Tionghoa Belitung, Ayie Gardiansyah kepada jabejabe.co, Rabu (3/2/2021).

Namun dikatakan Ayie, untuk rangkaian kegiatan seperti sembayang baik itu di Vihara maupun di Klenteng tetap akan dilakukan. Begitu pula dengan bersih-bersih rumah.

“Ini kita lakukan demi kemajuan Belitung. Apalagi kita melihat banyak industri atau usaha yang terhenti karena pandemi ini. Jadi mungkin untuk tahun ini kita tidak terima tamu. Namun untuk aturan seperti 3M dan tradisi tetap kita lakukan,” ucapnya.

Seperti lanjut Ayie, jika semisal saat sembayang baik di Klenteng atau di Vihara warga yang datang ramai, maka pihaknya akan memberlakukan sembayang secara bergantian.

“Kalau ramai harus nunggu. Jadi gantian atau dibatasi. Yang tadinya satu kali harus dua kali bahkan tiga kali,” jelasnya.

Ia berharap, di Tahun Kerbau Logam ini, pandemi cepat berlalu. Mengingat ekonomi harus segera dipulihkan.

“Jika pandemi tidak selesai maka, ekonomi kita masyarakat Belitung khususnya akan tetap anjlok. Jadi harapannya yang pertama pandemi cepat berlalu, ini mungkin kalau tidak berlalu usaha kita tidak akan maju,” pungkasnya. (*/)