Idrianto Kritisi Program Sehati, Wabup Isyak Jawab Secara Detail

oleh -
Idrianto Kritisi Program Sehati, Wabup Isyak Jawab Secara Detail (1)
Contoh lembar pelayanan Program Sehati, satu lembar menjawab semua kebutuhan (kiri). Salah satu pasien yang diberangkatkan Sabtu (25/7/2020) kemarin dan dioperasi tadi siang, Senin (27/7/2020). Foto: Istimewa.

Banyak Keluhan Masyarakat, Idrianto Harap Program Sehati Dievaluasi

Penulis: jb2/su3 | Editor: Subrata Kampit

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Banyak mendengar keluhan dari masyarakat seputar pelayanan kesehatan di Kabupaten Belitung, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belitung, Idrianto berharap ada evaluasi kembali untuk Program Sistem Pelayanan Kesehatan Terintegrasi (Sehati), Senin (27/7/2020).

Dikatakan Idrianto, Sehati yang merupakan salah satu program dalam visi-misi Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) dan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie periode 2018-2023 ini ada perlu sedikit dievaluasi. Menurutnya, program ini baru kabar yang membahagiakan dan namun belum mengembirakan.

Disebutkannya setelah mendengar keluhan dari masyarakat, di Program Sehati ini pemerintah cuma memberikan uang kepada masyarakat yang dirujuk ke Jakarta. Namun mereka seolah dibiarkan dan tidak diurus setelah sampai di Jakarta.

“Tetapi hasil yang kita temukan selama ini, masyarakat itu luar biasa mengeluh bukan berterima kasih, karena endingnya kurang bagus. Kenapa saya katakan tidak bagus karena orang di sana cenderung tidak terurus, karena mayoritas orang kita itu setelah sakit seperti itu baru ke Jakarta, sementara mereka buta (tidak hafal) Jakarta,” katanya kepada jabejabe.co, Senin (27/7/2020).

Selama ini, kata Idri, tidak ada yang menyambut mereka jika sampai di Jakarta, selain para relawan. Menurutnya, selama ini hanya para relawan yang sering mengurus dokumen maupun dari keluarga pasien yang dirujuk.

“Itulah jadi Pemerintah itu endingnya tidak bagus padahal anggarannya sudah luar biasa demi masyarakat Belitung, tapi realisasinya masyarakat terbengkalai karena mereka tidak mengerti soal urusan ini itu. Artinya kita menyusun strategi siapa orang nantinya orang yang mengurus di sana, jadi kita tempatkan orang di Belitung ini untuk mengurus orang yang sedang sakit itu di Jakarta,” papar Politisi Partai Golkar ini.

Apalagi, ujarnya, kesehatan ini merupakan program dasar yang harusnya jadi prioritas. Untuk itu, ia bersama Komisi III DPRD Kabupaten Belitung yang lainnya sedang memperjuangkan serta terus memberikan usul dalam Banggar untuk evaluasi akan hal ini.

“Misalnya aku dirujuk ke Jakarta, aku ini belum tahu di sana itu aku kapan operasinya, sehingga aku terbengkalai di Jakarta, uang habis kerja tidak. Akhirnya jadi masalah baru lagi. Jadi dengan adanya evaluasi ini disiapkan ada orang yang mengurusnya, selama ini karena ada relawan yang mengurus itu, luar biasa kerja relawan itu,” bebernya.

Baca Juga:  Satu Orang Diduga Positif Corona di Belitung, Hendra Pramono: Tunggu dari Kominfo Kebenarannya

Sehingga menurutnya, jika ada yang mengurus pasien yang dirujuk tersebut akan lebih mudah, dan pasien serta keluarga pendamping tidak perlu berangkat jika belum pasti kapan mereka akan dioperasi. Dengan demikian pendamping pasien dan pasien tidak akan terbengkalai dan kehabisan uang di Jakarta.

“Inilah yang masyarakat keluhkan, karena mereka terbengkalai dan terlantar di sana. Untung kami ketemu dengan masyarakat setelah kunjungan itu. Mereka sampaikan kepada kami, bahwa mereka susah di sana,” ujarnya.

Apresiasi Saran Konstruktif, Isyak: Tak Ada Program Yang dilaksanakan Langsung Sempurna

Sementara itu menanggapi saran konstruktif dari Anggota DPRD Belitung, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie memberikan apresiasi.

“Pertama kami megucapkan terima kasih atas masukan, kritik, saran, gagasan dari rekan DPRD Belitung di Komisi III. Yang kedua, perlu disadari bahwa tidak ada sebuah program prioritas apa pun yang begitu dilaksanakan langsung sempurna. Semua membutuhkan perbaikan, evaluasi, penyempurnaan dari berbagai pihak terkhusus evaluasi oleh internal dinas kesehatan maupun RSUD,” kata Isyak.

Selanjutnya yang ketiga, dijelaskan Isyak bahwa sebelum Program Sehati dilaksanakan pihaknya menemukan lebih banyak lagi masalah yang dihadapi masyarakat umum, khususnya masyarakat Belitung.

“Dulu, ketika orang ingin dirujuk ke Jakarta untuk pengobatan, tidak tersedia sebuah loket yang terintegrasi dan terpadu. Mereka harus mengurus tiket pesawat di dinas kesehatan, mereka harus mengurus surat-surat di dinas sosial. Mereka harus mengurus dokumen-dokumen di dinas-dinas lain yang terpisah dari RSUD,” beber Isyak.

Jadi, lanjut Isyak, mereka harus megurus bolak-balik, pulang pergi dalam keadaan ketika ada anggota keluarga yang sedang sakit.

Menurut Isyak, ketika dirinya sebagai Wakil Bupati dan Bupati Belitung Sahani Saleh dilantik pada awal 2019, pihaknya sudah meluncurkan Program Sehati di mana loketnya langsung terintegrasi dengan loket pelayanan umum di rumah sakit. Dan loketnya khusus Sehati. Bahkan, kursi tempat tunggunya juga kursi Sehati.

“Dan di situ diterbitkan namanya E-Voucher. Satu lebar kertas yang bertuliskan kode booking ticket pesawat yang tidak perlu dibayar oleh pasien untuk kelas PPI, kelas tiga. Satu orang pendamping dari keluarga,” jelas Isyak.

Kemudian kalau kondisi (pasien) darurat, maksudnya bukan saat pandemik Covid atau normal, ada perawat atau dokter yang menemani atas rekomendasi dari dokter. Semua biaya itu diakui Isyak ditanggung oleh APBD.

Baca Juga:  Bertambah Satu dari Desa Aik Rayak, Kini Pasien Positif COVID-19 di Babel Ada 7 Orang

Dan di situ tercantum nomor kendaraan yang menjemput mereka di bandara. Kalau membutuhkan ambulan, bahkan ambulannya akan sampai di samping pesawat. Karena ini bekerjasama dengan pihak Angkasapura.

Kemudian jika tidak membutuhkan ambulan, sudah ada mobil Sehati yang menunggu mereka di luar bandara. “Sampai di Mes Pemda, jika keadaan mes masih tersedia, mereka bisa menempati itu secara gratis. Tapi kalau memang sudah penuh, apa boleh buat,” kata Isyak.

Masalah mes ini, dengan DPRD sudah disepakati akan dibangun mes empat lantai di Kalibaru. Sudah dianggarkan di tahun 2020 ini. Namun karena kondisi covid, akhirnya dibatalkan, ditunda nanti dibangun kembali di tahun 2021. Semua izin-izin pembangunan pun sudah diurus dan hampir selesai, itu komitmen Program Sehati.

Namun jika dibilang mereka ditelantarkan dan seterusnya itu tidak benar. Isyak menegaskan, yang benar adalah kondisi sumber daya manusia kesehatan yang ditempatkan dalam keadaan mes yang lama dan kurang layak saat ini karena kondisi mes yang sudah tua, maka pihaknya tidak bisa menempatkan petugas kesehatan di situ.

“Jadi mau nggak mau keterbatasan SDM itu membuat para pasien merasa harus bolak-balik sendiri. Jadi kalau pasien yang darurat kita bisa pinjamkan mobil Sehati yang berada di mes. Kemudian pasien yang harus bolak balik, bayangkan ya kalau pasiennya 30, kita harus sediakan 30 orang untuk menemani mereka ke setiap rumah sakit setiap hari, itu yang nggak mungkin dilakukan. Yang mungkin itu adalah memprioritaskan mana pasien yang harus didampingi tenaga kesehatan ke rumah sakit rujukan nantinya. Jadi kalau pasien yang didiagnosis masih sehat, dalam arti bisa jalan, itu bisa ditemani anggota keluarga. Makanya kita siapkan tiket untuk anggota keluarga dan uang saku bagi mereka yang terdaftar di Dinsos,” papar Isyak.

Namun demikian, Isyak menyebut pihaknya akan memperbaiki. Dalam waktu dekat setelah pandemi ini, pihaknya sudah mempersiapkan bagaimana mengatus sumber daya manusia kesehatan yang ditempatkan di mes yang baru nanti.

“Tapi kan sekali lagi, untuk menempatkan pendamping kesehatan, kita perlu tempat. Mes itu sudah dianggaran, tertunda karena covid, 2021 akan dibangun kembali. Mudah-mudahan di bulan Juni-Juli 2021 mes yang baru sudah selesai. Dan akhirnya kita bisa punya ruangan untuk menempatkan tenaga kesehatan yang stanby 24 jam di sana dan kendaraan akan kita tambah,” kata Isyak.

Baca Juga:  Polairud Babel Gelar Khitanan dan Operasi Katarak Gratis, Ini Cara Daftarnya

Tapi faktanya saat ini, bahwa relawan-relawan yang mmbantu, mayoritas mereka berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Seperti ada yang namanya Kak Is, Kak Gustiani, relawan Pak Abu dan banyak lagi. Itu semua berkoordinasi dengan pemerintahan daerah baik di DPRD, baik itu di eksekutif. Jadi ini kolabrasi, kerja melayani kesehatan masyarakat nggak bisa kerja satu pihak,” kata Isyak.

Oleh karenanya, kalau ada yang mengatakan Program Sehati itu sia-sia, nggak berguna, Isyak menilai hal tersebut terlalu naïf.

“Program Sehati sangat membantu masyarakat. Yang dulunya mereka harus pontang-panting mencari tempat pengurusan dokumen, sekarang tidak perlu lagi. Mereka harus mengurus mobil menjemput di bandara sekarang tidak perlu lagi, harus mengurus ambulan sendiri tidak perlu lagi. Semua kami yang urus, ini fakta. Tapi kalau bicara ada pasien yang harus bolak-balik rumah sakit setiap dua hari sekali di Jakarta dan harus ditemani perawat, ini yang sulit. Karena kalau pasiennya banyak, berarti kita harus sediakan perawat sejumlah pasien. Ini bisa kita tanggulangi oleh pihak keluarga yang menemani dan ongkos perjalanan kita beri uang saku,” jelas Isyak.

Naun demikian, ia juga menyebut bahwasannya pihak pemerintah akan menambah jumlah uang saku, dan jumlah kendaran baik motor maupun mobil untuk mengantar pasien. Namun penambahan tersebut perlu waktu dan perlu kesepakatan dengan DPRD untuk menyempurnakan Program Sehati ini.

“Intinya tiada gading yang tak retak, tak ada program prioritas yang langsung sempurna. Kita akan sempurnakan di tahun berikutnya. Mari kita bersyukur dengan apa yang sudah dilakukan pemerintah daerah untuk terus mendampingi masyarakat yang kesusahan. Dan sembari mengurus program Sehati, kita juga meminta rumah sakit terus meperbaharui pelayanan dengan kualitas yang bagus, dari SDM-nya maupun peralatannya, sehingga masyarakat tidak selalu harus dirujuk ke luar Belitung,” tutup Isak.

Reporter: Faizal/sue
Editor: sue

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *