Idap Pneumonia dan Gagal Napas Akut Akibat Covid-19, Seorang ASN di Belitung Meninggal Dunia

by -
Idap Pneumonia dan Gagal Napas Akut Akibat Covid-19, Seorang ASN di Belitung Meninggal Dunia (2)
Ilustrasi (Net).

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.coInnalillahi wainnailaihi rojiun, telah meninggal dunia Pasien 1674 yang terkonfirmasi Positif Covid-19 dengan inisial DE, Laki- Laki berusia 44 (Empat Puluh Empat) tahun, yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belitung.

Demikian dikatakan H. Sahani Saleh, S.Sos., selaku Bupati Belitung sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Belitung, laporan terkini penyebaran dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Belitung, Kamis (12/11/2020).

Lebih lanjut dikatakan Bupati Belitung, pasien meninggal di ruangan Intensif Isolasi ICU Covid-19 RSUD dr. H. Marsidi Judono Kabupaten Belitung pada Tanggal 11 November 2020 Pukul17.45 WIB. Setelah dilakukan perawatan intensif selama 4 (Empat) hari, dengan penyakit pneumonia dan gagal napas akut akibat Covid-19.

Pasien 1674 mulai dilakukan perawatan pada Tanggal 8 November 2020 dengan tindakan medis berupa pemasangan bantuan selang nafas dan pemasangan alat ventilator mekanik selama 45 (Empat Puluh Lima) jam.

“Pada hari ini, Rabu 11 November 2020 (Kemarin, Red), kondisi pasien tiba-tiba memburuk sampai dengan mengalami henti jantung dan dilakukan pertolongan medis namun tidak berhasil, sampai akhirnya pasien 1674 dinyatakan Meninggal Dunia pada Pukul 17.45 WIB,” ujar Sanem, sapaan akrab Bupati Belitung.

Selanjutnya, kata Sanem, terhadap jenazah Pasien 1674 tersebut dilakukan pemulasaran jenazah dan pemakaman sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 yang berlaku.

“Pasien 1674 dimakamkan pada hari Rabu, 11 November 2020. Pasien 1674 ini adalah pasien ke-4 (Empat) yang meninggal dikarenakan Covid-19 di Kabupaten Belitung,” jelasnya.

Kepada masyarakat Bupati Belitung tak bosan-bosannya menyapaikan agar masyarakat tetap waspada dan semangat dalam menjalankan seluruh instruksi Pemerintah Daerah maupun Pusat.

“Khususnya tetap melaksanakan protokol kesehatan, demi memutus rantai penularan Covid-19 dan senantiasa berdoa agar kita semua dapat melalui bencana non alam ini dengan tidak menimbulkan banyak korban,” tukas Sanem. (*/)

 

Editor: Sue