Ibu dari Korban Kebakaran di Membalong Susul Kematian Anaknya Setelah Tujuh Hari

oleh -
Ibu dari Korban Kebakaran di Membalong 'Susul Kematian' Anaknya Setelah Tujuh Hari (2)
Sebelum dirujuk ke RSMJ Kab. Belitung, Sipina (Alm) sempat mendapatkan tindakan medis di Puskesmas Membalong pasca terjadinya peristiwa kebakaran. Foto: Ist. Humas Polsek Membalong.

Alami Luka Bakar di bagian Wajah, Tangan, dan Kaki

Penulis: Mdx | Editor: Subrata Kampit

MEMBALONG, JABEJABE.coInna lillahi wainna ilaihi rojiun, berselang tujuh hari saat korban Yulianti meninggal dunia akibat peristiwa kebakaran rumah di Kecamatan Membalong pada Rabu (10/3/2021) lalu, kemudian Ibunya yang diketahui bernama Sipina (54) akhirnya dikabarkan meninggal dunia.

Informasi meninggalnya Ibu Sipina dibenarkan Direktur RSUD dr. H, Marsidi Judono (RSMJ) dr. Hendra, Sp.An saat dikonfirmasi jabejabe.co.

Sipina yang mengalami luka bakar di bagian wajah, tangan dan kaki, sempat dirawat di RSUD selama tujuh hari di RSMJ Kab. Belitung sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Rabu (17/3/2021) sekitar pukul 12.00 WIB.

Menurut informasi, setelah diketahui meninggal dunia, jenazah Sipina dibawa ke Desa Lempar Pongok Kecamatan Tanjung Labu Kabupaten Bangka Selatan untuk kemudian dimakamkan di sana.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka bakar akibat kebakaran satu unit rumah di Dusun Ujung Gersik RT. 05 RW. 03 Desa Membalong Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung sekira pukul 18.05 WIB, Rabu (10/3/2021).

Korban yang meninggal dunia dalam kondisi, -maaf, hangus terbakar adalah seorang perempuan atas nama Yulianti (31), warga RT. 05 RW. 03 Dusun Ujung Gersik Desa Membalong Kecamatan Membalong.

Sementara itu ibu korban yakni Sipina (54) warga Desa Lempar Pongok Kecamatan Tanjung Labu Kabupaten Bangka Selatan mengalami luka bakar di bagian wajah, tangan dan kaki.

Tuangkan BBM Jenis Premium ke Dalam Botol Aqua

Terkait kronologi kebakaran, Kapolsek Membalong AKP Karyadi seizin Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiono mengungkapkan, peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 18.05 WIB.

Saat itu Ibu korban mendengar korban minta tolong karena adanya kobaran api di dalam rumah dan pada saat ibu korban masuk ke dalam rumah karena ingin menolong korban atas nama Yulianti.

“Namun demikian, tiba-tiba terjadi ledakan yang mengakibatkan ibu korban terpental keluar, sedangkan korban dalam posisi tertinggal di dalam rumah dan tidak bisa diselamatkan,” ujar AKP Karyadi.

Diceritakan AKP karyadi, bahwa menurut keterangan ibu korban, pada saat terjadi kebakaran korban sedang melakukan aktivitas menuangkan bahan bakar minyak jenis bensin ke dalam wadah botol aqua ukuran 1,5 liter untuk dijual di warung milik korban.

“Namun untuk penyebab berasalnya api, ibu korban tidak dapat mengetahui secara pasti asal mula api tersebut,” terang AKP karyadi.

Adapun kondisi rumah terbuat dari kayu dan di dalam rumah terdapat bahan bakar jenis bensin yang sehari-hari di jual korban, tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram, serta dagangan berupa barang-barang klontongan.

Sementara itu dari hasil Pulbaket (Pengumpulan bahan keterangan) di lapangan Polisi mendapat keterangan dari saksi atas nama Zulham Effendi alias Wewed, bahwa sebelum menuangkan bensin dari derigen ke botol aqua ukuran 1,5 liter, korban sempat melakukan aktifitas memasak dengan jarak antara dapur dan tempat menuang bensin sekitar 2,5 M (Dua koma lima meter).

Diduga Tak Maksimal Saat Mematikan Kompor Gas

Namun, sebelum menuangkan bensin tersebut, korban sudah mematikan kompor gasnya.

“Diduga, korban tidak maksimal dalam mematikan kompor gasnya, sehingga hal tersebut memicu terjadinya kebakaran akibat sisa api yang tidak mati maksimal menyambar bensin dagangan korban,” ujar AKP Karyadi.

Atas kejadian tersebut korban atas nama Yulianti meninggal dunia di lokasi kejadian dan ibu korban atas nama Sipina Mengalami luka bakar di bagian wajah, tangan dan kaki. Kemudian, korban langsung dibawa ke puskesmas Membalong dan dirujuk ke RSUD Marsidi Joedono Tanjungpandan untuk mendapatkan perawatan medis.

Untuk saat ini, lokasi terjadinya kebakaran telah dilakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) oleh Unit Reskrim Polsek Membalong dan dibantu Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Belitung.

Adapun kerugian materiil diduga sebesar Rp.200 juta. Dan, barang bukti yang diamankan dari TKP diantaranya 1 9satu) Unit Kompor Gas Merk Rinai dan 3 (Tiga)Unit Tabung Gas Ukuran 3 kilogram.

Terkait kejadian ini, Kapolsek Membalong menghimbau kepada warga agar berhati hati dalam menggunakan kompor gas dan pastikan gas sudah mati setelah memasak.

“Selalu berhati-hati dan jauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar, karena jika terjadi kelalaian bisa terhindar dari kebakaran,” pesannya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *