HOPE: Citra Selebriti? Pemimpin Citra!

by -
HOPE, Citra Selebriti, Pemimpin Citra (1)

Oleh: Albani Adry*

OPTIMISME dan harapan (baca: HOPE) adalah sikap mental yang mencerminkan keyakinan atau harapan bahwa hasil dari suatu usaha tertentu, atau hasil secara umum akan positif, menguntungkan, dan mendapatkan hasil yang kita inginkan.

Semua orang berharap akan sebuah pencapaian terbaik dari kepemimpinan. Dan kepemimpinan itu lahir dari sebuah proses panjang, bukan ketiba-tibaan. Apalagi, pengaruh dari proses turunan, apalagi dari proses menjaga kepentingan.

Sebelum mengamanahkan sebuah perusahaan besar, seorang ayah yang notabene pengusaha sukses terlebih dahulu akan memberikan pelajaran mental kepada anaknya, mental bisnis. Mental berbisnis ini sesungguhnya sudah dibangun sejak kecil, lalu secara bertahap seiring dengan dimulainya pembelajaran dasar-dasar bisnis hingga memperoleh jabatan wakil direktur. Inilah proses. Jika tidak, maka perusahaan besar tersebut akan hancur.

Demikian juga kepemimpinan, ia memiliki mental dan proses pembelajaran yang panjang untuk bisa disebut pemimpin. Jika karbitan (baca: instan), maka tamat riwayat atau setidaknya akan berjalan lempeng-lempeng saja.

Adakalanya pencitraan itu penting, tapi bukan pula disebabkan karena ingin meraih kepemimpinan. Pencitraan tentu saja milik selebritis yang “hidup” dari citra dan rating. Saat rating turun, habislah riwayat sebagai selebriti.

Karenanya, pemimpin lahir dari pengabdian yang berasal dari dalam jiwa. Ia akan terlahir untuk menjadi pelayan bagi banyak orang, menjadi pengayom bagi masyarakat.

Pemimpin yang terbiasa dekat dengan masyarakat, terbiasa hidup menjadi masyarakat kampong, tentu akan memiliki perbedaan dengan siapa-siapa yang dibuat seolah dekat dengan masyarakat, dibuat seolah menjadi masyarakat kampong. Padahal, itu semua hanya lakon untuk tujuan tertentu. Lakon yang dikemas secara apik oleh sutradara.

Hipotesisnya, jika selebritis didahului oleh citra untuk membangun dan mempertahankan eksistensi, sementara pemimpin menghasilkan citra. Lalu bagaimana jika pemimpin hasil pencitraan? Tentu saja itu bukan pemimpin, melainkan selebritis.

Buat mereka yang teriak sumbang, apakah kalian tidak sadar kalian hanya korban dari para sales lama yang hanya merubah “Produk Lama” yang sebetulnya hanya dikemas dengan Packaging Baru bernama Millenial dan Merk yang baru saja. Padahal itu sama, karena soal membangun bukan hanya bisa dilakukan sekarang saja.

Proses membangun jiwa masyarakat dan membangun kebutuhan masyarakat tidak instan. Apakah layak karena sudah membangun hal sederhana, dalam waktu singkat, lalu sekonyong-konyong disebut pemimpin? Pasti tidak.

Lalu apa saja yang kita semua harapkan melalui kepimpinan yang telah melalui proses panjang untuk memperjuangkan semua harapan kita? Iya kita semua berharap, berhasilnya semua rencana baik itu rencana menengah dan panjang yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

Dengan harapan kita menjadi sebuah Daerah yang Bangkit dan Berdaya. Sebuah daerah yang memiliki gairah ekonomi positif, lingkungan yang baik, dan tentunya daerah yang bermartabat.

*) Relawan Berakar