Honda C70 Diajak Ngembolang 200 Kilometer Tanjung – Manggar – Tanjung

oleh -
Honda C70 Diajak Ngembolang 200 Kilometer Tanjung – Manggar – Tanjung (2)
Beberapa unit motor classic nampak rehat sejenak di parkiran Warkop Manggar, Minggu (14/2/2021). Foto: Mondox/ jabejabe.co

Catatan: Mondox

JABEJABE.co – Touring menunggangi sepeda motor terbaru yang gagah sudah mainstream di kalangan penggemar otomotif.

Tapi, kalau touring naik motor antik seperti Honda C70 tentunya jadi pengalaman baru.

Pengalaman ini saya rasakan sendiri saat bersama-sama Komunitas Motor Classic Honda C70, atau yang dinamai Laskar 70 ini, saat melakukan touring ke kota Manggar Belitung Timur, Minggu 14 Januari 2021.

Nama Laskar 70 bukan sekedar nama, ada latar belakangnya.

Bagaimanapun, pecinta motor antik ini tidak melepaskan unsur modifikasi. Dalam maupun luar. Demikian juga warnanya, tergantung selera.

Juntrungnya, karena Honda C70 tampil warna-warni serta menampilkan siratan semangat, jadilah tercetus Laskar 70. Kata Laskar, mengingatkan kembali tentang sebuah novel yang ditulis Begawan Sastra asal Belitung, Andrea Hirata. Novel itu semua tahu, Laskar Pelangi.

Warna –warni adalah Pelangi. Sementara Laskar menurut KBBI adalah sekelompok pasukan.

Dan, yang terpenting adalah 70 sebagai simbol motor tua di Tanjungpandan Belitung. Jadilah mereka menamakan sekelompok komunitas motor classic Honda C70 ini menjadi Laskar 70.

Jika bicara usia kuda besi tua ini, tahun lansiran motor yang digunakan para Laskar 70 ini merupakan keluaran tahun 1974-1979.

Di sisi lain, kendaraan setiap anggota pun bervariasi asal-usul serta tujuan kepemilikan.

Ada kepunyaan sendiri yang sengaja hunting karena gemar mengoleksi, hingga yang dari warisan orangtua, bahkan amanah kakek buyut. Antik memang.

Begitu pula terkait kepemilikan. Ada yang senang menggunakan sebagai kendaraan harian atau pun sekedar koleksi untuk sesekali digunakan tour.

Serunya nggak dijual! Saya pun terlibat bersama dalam tiga belas Honda C70 dikendarai dari kota Tanjunpandan hingga kota Manggar Belitung timur dan kembali lagi ke kota Tanjunpandan. Tak ada halangan dan lancar.

Sesekali, rombongan pun berhenti di tengah perjalanan saat waktu shalat. Gimana pun “Orangtua” nggak bisa terlalu dipaksa gaspool.

Kata Mas Candra- Ketua Laskar 70, Mereka dengan penuh keyakinan serta kemantapan untuk bertujuan melestarikan dan membudidayakan motor klasik ini.

Misi pun berhasil, rombongan menempuh jarak kurang lebih 200Km.

Lebih dari itu, Menar- Anggota komunitas juga sempat nyeletuk, “Ada juga warga Laskar 70 yang sudah menempuh hingga 2000km, Belitung-Jambi.”

“Dengan kondisi motor tua yang bermodalkan nekat ini tidak menjadi penghalang untuk melakukan perjalanan jauh sekali pun,” sambung Mas Candra.

Prinsipnya, menurut Mas Candra, yang dibawa itu tetap di jalur kiri, kecepatan maksimal 70 km/ jam pasti bisa sampai tujuan.

Saya sepakat dengan Mas Candra, bahwa kalau dilihat dari umur, memang sudah bukan masanya Honda C70 untuk diajak jalan jauh.

Akan tetapi, inilah satu bentuk rasa ingin tahu. Sampai di mana ketahanan motor langsiran tahun 70an ini.

“Ternyata diajak ngebolang sampai Belitung Timur PP Tanjungpandan-Manggar-Tanjungpandan tidak menjadi kendala dan tetap masih joss,” tuntasnya.****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *