HJKT ke-182, Wabup Belitung Tekankan Evaluasi, Pemersatu, dan Kegembiraan

oleh -
HJKT ke-182, Wabup Belitung Tekankan Evaluasi, Pemersatu, dan Kegembiraan - 2
Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie.

TANJUNGPANDAN, JAEJABE.co – Tiga poin penting menjadi acuan Pemerintah Kabupaten Belitung dalam peringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT) ke 182 tahun 2020 ini.

HJKT yang diperingati setiap tanggal 1 Juli ini menurut Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie, harus bisa mengukur perubahan setiap tahun dari pembangunan Kabupaten Belitung.

Pertama, kata Isyak, HJKT bukanlah seremonial belaka, HJKT harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan monitoring serta eksekusi terhadap program-program yang masih tertunda.

Sehingga, kemudian pihaknya yakni pemerintah bisa memastikan bahwa program tersebut dirasakan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kemudian yang kedua, lanjutnya, secara budaya HJKT harus menjadi pengikat, pengingat juga terhadap adat istiadat sosial masyarakat Belitong sehingga tetap bersilaturahmi, tetap menyatu, tetap bersama dalam keberagaman.

“Dengan demikian, sehingga kita tidak melupakan sejarah adat kita, kearifan lokal kita dalam HJKT ini,” ujarnya

Kemudian yang ketiga, HJKT harus menjadi sebuah kegembiraan untuk masyarakat, sebuah rasa memiliki dari masyarakat terhadap daerah mereka. Menjadi simbol yang bisa membuat mereka lebih bersemangat untuk berjuang bersama pemerintah melakukan kolaborasi dan sinergitas.

“Inilah (tiga poin) bagi saya sebuah target dalam setiap HJKT,” bebernya.

Namun demikian, lanjutnya, banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah kedepannya. Namun kali ini Pemerintah lebih fokus untuk kembali bangkit bersemangat menghadapi sebuah tatanan hidup yang baru, mengadaptasikan masyarakat ke kebiasaan baru, pasca pandemi Covid 19 ini.

“Banyak hal yang bisa kita lakukan ke depan. Tadinya, tahun ini kami ingin membuat berbagai bentuk perayaan HJKT disertai dengan laporan-laporan kepada publik terhadap hasil pembangunan, namun karena ada pandemi selama 5 bulan, kami rasa 2020 tidak banyak pembangunan yang dapat kita tunjukan kepada masyarakat,” jelasnya.

Untuk itu, saat ini pemerintah hanya bisa melakukan upaya yang semakin kuat, semakin komitmen untuk bisa melakukan management tata cara kelola terhadap pandemi covid 19 dalam kondisi pandemi atau krisis kesehatan ini.

“Sekarang tantangannya adalah kita harus bisa membawa masyarakat keluar dari pada sebuah ancaman dari krisis ekonomi dan secara psikologis sosial bisa membuat mereka tidak mempunyai motivasi untuk kembali bangkit. Nah karena itulah kita harus bisa dalam momentum HJKT untuk mengajak mereka bangkit,” tutupnya.

Reporter: Faizal
Editor: sue

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *