HJKT ke-182, Hendra Pramono Ajak Jiwai Bahasa Belitong Jadi Identitas, Bukan Kebarat-baratan

by -
HJKT ke-182, Hendra Pramono Ajak Jiwai Bahasa Belitong Jadi Identitas, Bukan Kebarat-baratan - 2
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Belitung, Hendra Pramono, SE, bersama istri saat menghadiri Rapat Paripurna HJKT ke-182, Rabu (1/7/2020).

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Bertepatan dengan Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT) ke-182, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Belitung, Hendra Pramono, SE, mengajak masyarakat untuk melestarikan bahasa dan adat Belitong, Rabu (1/7/2020).

Dikatakannya, Tanjungpandan didirikan oleh sesepuh-sesepuh dan tokoh masyarakat orang Belitung, tentunya mereka menggunakan Bahasa Belitong.

Berdasarkan itulah Politikus Partai Hanura ini berharap Kota Tanjungpandan mempunyai identitas diri asli Belitong, bukan membawa unsur kebarat-baratan maupun budaya luar lainnya.

“Harapan saya sebagai anggota DPRD Kabupaten Belitung, Kota Tanjungpandan mempunyai identitas diri bukan seperti Rock Corner, Satam Square itu udah kebarat-baratan,” kata pria yang akrab disapa Een ini kepada jabejabe.co.

Menurutnya, nama-nama tempat lebih baik menggunakan Bahasa Belitong, sehingga bisa menghargai para pendiri Kota Tanjungpandan.

“Pendiri Kota Tanjungpandan ini orang Belitung bukan orang barat yang mendirikan ini, misalnya ‘pujok/perincong (sudut) batu’ jangan Rock Corner, Bundaran Satam jangan Satam Square. Aku juga sampai hari ini bingung,” katanya.

Namun demikian terlepas dari itu semua, dalam kesempatan ini Een mengucapkan selamat Hari Jadi Kota Tanjungpandan ke 182. Semoga Kota Tanjungpandan menjadi Kota yang berkah.

“Menjadi kota yang berkah, artinya kota yang menjadi induk untuk membawa kebaikan membawa ke Kabupaten-kabupaten yang lain ke seluruh Belitung,” harapnya.

Apalagi menurutnya, Tanjungpandan ini memiliki potensi yang sangat besar di mana Tanjungpandan ada jalur laut dan udara sebagai pintu masuk dari Pulau Belitong.

Sedangkan kepada masyarakat, Een berharap saat ini di mana enetapan New Normal tengah digalakkan pemerintah. Untuk itu, ia berharap masyarakat tidak boleh terlena, karena saat ini tengah memasuki New Normal.

“Patuhi Protokol Kesehatan, namun tidak boleh juga (selalu) berdiam diri di rumah, justru aktif dan kreatif. Dan, persiapkan diri menghadapi new normal untuk kebangkitan ekonomi pribadi masyarakat harus segara dilakukan. Karena tidak akan semua dibantu oleh pemerintah, kita juga harus dukung dan harus sama-sama memperjuangkan dapur (ketahanan ekonomi) kita sendiri,” tukasnya.

Terakhir, ia berharap “Kabupaten Tanjungpandan” bisa segera menjadi Kota Tanjungpandan.

Reporter: Faizal
Editor: sue