Hingga Penghujung Oktober 2020, 2.792 Warga Buat Akta Kelahiran di Dukcapil Belitung

by -
Hingga Penghujung Oktober 2020, 2.792 Warga Buat Akta Kelahiran di Dukcapil Belitung (2)
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Belitung, Robert Harison, S.Sos., M. Si.

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Terhitung awal Januari hingga akhir Oktober 2020, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Belitung mencatat 2.792 warga yang membuat Akta Kelahiran.

Angka tersebut dirangkum oleh jabejabe.co pada Senin (16/11/2020), dari data Akta Kelahiran di Dukcapil Kabupaten Belitung 2020.

Berdasarkan data tersebut bulan Januari mendapat angka yang paling banyak penerbitan Akta Kelahiran yakni 399 jiwa. Sedangkan yang paling terendah ada pada bulan Juni yang hanya ada 74 jiwa pembuatan Akta Kelahiran.

Pada bulan Januari, ada sebanyak 399 jiwa warga yang membuat Akta Kelahiran. Pada bulan berikutnya yakni Februari ada sedikit penurunan dengan angka 358 jiwa.

Memasuki bulan Maret ada 319 warga yang membuat Akta Kelahiran, sedangkan pada bulan April sedikit merosot dengan hanya 182 jiwa saja. Yang diikuti bulan Mei hanya 182 jiwa.

Pada bulan ke enam atau bulan Juni terdapat banyak penurunan dimana ada 74 warga saja yang membuat Akta Kelahiran namun pada bulan berikutnya yakni bulan Juli kembali peningkatan yang signifikan yakni ada 388 jiwa yang mbuat Akta Kelahiran.

Sedangkan untuk bulan Agustus, September dan Oktober ada 298, 314 dan 280 warga yang membuat Akta Kelahiran di Dukcapil Kabupaten Belitung.

“Kalau kita (Pemkab Belitung) untuk data kepemilikan Akta Kelahiran kita sudah tinggi untuk umur 0 sampai 18 tahun yakni dengan kisaran 97 persen, hampir 98 persen. Kepemilikan ini lebih tinggi dari target nasional, karena target nasional cuma 95 persen. Kemudian untuk yang di atas 18 tahun memang sudah kita himbau, walaupun sudah lama tapi kita tetap berikan himbauan terus untuk mengurus Akta Kelahiran. Dan, kepengurusan Akta Kelahiran saat ini tidak serumit dahulu, kalau jaman dulu kepengurusan Akta Kelahiran ini terkendala dengan dokumen pernikahan orang tua, harus disertai dengan adanya buku nikah. Namun sekarang tidak perlu lagi. Jadi ayo bikin Akta Kelahiran sebagai identitas diri,” ajak Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Belitung, Robert Harison, S.Sos., M. Si., ketika ditemui jabejabe.co di ruang kerjanya, Senin (16/11/2020).

Reporter: Faizal
Editor: Sue