Gunakan Pisau dan Lawan Petugas, Dua dari Empat Pelaku Pencurian 13 Laptop di SMKN 1 Tanjungpandan didor Polisi

oleh -
Gunakan Pisau dan Lawan Petugas, Dua dari Empat Pelaku Pencurian 13 Laptop di SMKN 1 didor Polisi
Polres Belitung saat melakukan konferensi pers, Rabu (11/2/2020) terkait dengan empat pelaku tindak pidana pencurian 13 Laptop di SMKN 1 Tanjungpandan, Senin (2/3/2020) lalu.

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Dua dari empat pelaku tindak pidana pencurian 13 Laptop di SMKN 1 Tanjungpandan terpaksa dihadiahi timah panas oleh tim Reskrim Polres Belitung, Sabtu (7/3/2020).

Keempat pelaku tersebut bernama Renopati alias Ucil warga asal Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, yang mana ia seorang residivis tahun 2018. Pelaku kedua bernama Sastra Wijaya yang merupakan kakak kandung dari Renopati, dan juga merupakan residivis kasus pencurian tahun 2018.

Pelaku yang ke tiga bernama La Ode Asrudin warga asal Parit Tiga Bangka Barat merupakan residivis pencurian tahun 2017. Pelaku ke empat yakni Dedi Mesrah warga asal Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan, yang juga seorang residivis tahun 2016.

Hadiah tersebut diberikan lantaran dua pelaku tersebut yakni La Ode Asrudin dan Renopati sempat ingin memberikan perlawanan terhadap tim reskrim yang ingin mengamankannya.

Hal tersebut dikatakan Kapolres Belitung, AKBP Ari Mujiyono dalam konferensi pers, Rabu (11/2/2020). Dikatakannya, keempat pelaku tersebut melakukan aksinya pada Senin (2/3/2020) lalu.

“Pelaku masuk ke SMKN 1 Tanjungpandan dengan melompati pagar, kemudian memasuki gedung kantor SMKN 1 Tanjungpandan dengan merusak pintu serta kunci gembok dengan menggunakan linggis. Lalu pelaku menggeledah dan berhasil mengambil 13 unit Laptop di mana 9 diantaranya masih baru dan empatnya sudah pernah terpakai,” katanya.

Dalam konferensi pers tersebut Kapolres membeberkan kronologis penangkapan di mana hal itu berawal dari adanya pencurian di sebuah toko baju di Desa Aik Ketekok, kemudian tim buser yang mendapatkan informasi tersebut langsung melakukan penyelidikan. Ternyata aksi kali ini juga dilakukan beberapa dari mereka.

“Saat itu (pengamanan) ditemukan tersangka La Ode dan Sastra yang ingin mengembalikan mobil rental (mobil untuk melakukan aksi) di daerah Perumnas. Kemudian tersangka Sastra ditangkap tanpa perlawanan,” jelasnya.

Naasnya pelaku atas nama La Ode pada saat rekannya ditangkap, ia langsung berlari dan kabur sehingga dikerjar oleh tim buser.

Saat pengejaran pelaku La Ode melakukan perlawanan dengan menggunakan mengeluarkan pisau. Melihat hal tersebut tim buser memberikan tembakan peringatan ke udara. Akan tetapi hal tersebut tidak diindahkan oleh pelaku dan masih mencoba melarikan diri.

“Tindakan tegas terukur dengan melakukan penembakan ke arah kaki. Namun saat itu pelaku masih belum menyerah, bahkan pelaku berusaha kabur dalam kondisi kaki tertembak dan menemukan sepeda motor milik warga dan kabur. Lalu dilakukan lagi penembakan ke arah motor tersebut, barulah pelaku terjatuh dan dilakukan penangkapan,” beber pria berlesung pipit itu.

Berdasarkan intrograsi dari keduanya yakni Sastra dan La Ode, terungkaplah bahwa adanya Barang Bukti (BB) berupa laptop yang sedang dibawa oleh pelaku lainnya yakni Renopati yang saat itu berada di Tanjung RU hendak ke Bangka.

“Mendapat informasi tersebut, tim biser yang pada saat itu terbagi dua tim langsung melakukan pengejaran ke Tanjung RU dan didapatlah seseorang yang membawa 1 buah dus besar menggunakan arco menuju kapal untuk melintas ke Bangka. Lalu dilakukan penangkapan dan ditemukanlah laptop di dalam kotak tersebut,” jelas AKBP Ari.

Namun pada saat pelaku yakni Renopati hendak dibawa ke Mako Polres Belitung, ia melakulan perlawanan sehingga diberikan juga tindakan tegas dan terukur berupa timah panas di betis kirinya.

Setelah itu, setelah ketiga pelaku tertangkap dan dibawa ke Mapolres Belitung, dilakukan lagi pengembangan terhadap pelaku ke empatnya.

“Pelaku terakhir yakni Dedi diketahui bahwa sudah terlebih dahulu melintas ke Pulau Bangka dua hari setelah melakukan pencurian tersebut. Dia (Dedi) pergi mencari penadah,” katanya lagi.

Lalu, dengan back up dari tim buser Polres Bangka Selatan, pelaku Dedi berhasil ditangkap walau pada saat itu sempat terjadi aksi kejar-kejaran.

Atas kejadian tersebut keempat pelaku dikenakan pasal pasal 363 ayat (1) ke 3, 4 dan 5 KUHP. Dengan ancaman paling lama 9 (sembilan) tahun penjara.

Sedangkan untuk barang bukti selain 13 laptop lengkap dengan tas, polisi mengamankan sebuah mobil Honda Brio, 1 Sepeda Motor, 3 kuku kambing, beberapa pakaian yang digunakan pelaku, bermacam kunci gembok yang dirusak, serta sebilah pisau dapur.

Reporter: Faizal
Editor: Subrata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *