Gubernur Babel Audiensi dengan Nelayan Beltim Terkait Usulan Normalisasi 4 Sungai

oleh -
Gubernur Babel Audiensi dengan Nelayan Beltim Terkait Usulan Normalisasi 4 Sungai - 5 (1)
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman saat berbicara dengan beberapa pejabat di lingkungan Kabupaten Beltim seusai melakukan audiensi dengan nelayan terkat normalisasi alur sungai, Jumat (18/9/2020).

GANTUNG, JABEJABE.co – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman melakukan audiensi dengan nelayan Belitung Timur (Beltim) di Pelabuhan Nelayan Pasar Gantung, Desa Lenggang, Jumat (18/9/2020). Adapun pembahasan audiensi antara orang nomor satu di Babel dengan Nelayan Beltim ini diantaranya terkait Usulan Normalisasi Alur Sungai Pering, Sungai Buding, Sungai Manggar, dan Sungai Gantung.

Ditemui jabejabe.co usai melakukan audiensi dengan masyarakat nelayan, Erzaldi menyebutkan bahwa dirinya akan meminta Sekda Provinsi Kepulauan Babel untuk melakukan komunikasi dengan Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) dari kabupaten.

“Setelah ada surat dari TKPRD kabupaten berkenaan dengan masing-masing kewenangan, karena sungai ini kan kewenangannya ada di kabupaten. Nah kalau misalnya sudah ada surat dari TKPRD, analisa dan lain sebagainya itu akan ditindaklanjuti oleh TKPRD provinsi,” kata Erzaldi.

Lebih lanjut dijelaskannya, proses demi proses akan dilakukan seperti AMDAL atau UKL-UPL dan setelah itu barulah dimulai pengerjaan.

“Makanya saya minta jangan sampai nanti informasi ini simpang siur. Saya minta perwakilan lima orang dari masing-masing nelayan, masing-masing daerah yang terdampak. Jadi ada empat alur sungai muara yang insya Allah akan kita kerjakan dan bekerja sama dengan swasta. Nah mudah-mudahan ini dapat berlangsung bersamaan,” harap Erzaldi.

Saat ditanya terkait potensi pelanggaran atau mis orientasi dari proses pengerjaan naturalisasi alur sungai, Gubernur Erzaldi mengaku sudah melakukan antisipasi. Hal tersebut dilakukannya dengan meminta keterlibatan lima perwakilan nelayan per daerah, satu orang dari Danlanal, dan satu orang dari Polisi.

“Ini kan saya minta perwakilan dari nelayan ada, dan saya minta dari Pak Danlanal tadi oke, Polisi satu orang. Saya rasa nggak lagilah melakukan cara-cara di luar prosedur. Intinya kita melakukan ini harus sesuai dengan prosedur, jangan mengambil resiko. Pasti ada akses itu, yang namanya orang senang pasti ada, yang penting orang yang melakukan ini kita pastikan dia tidak melakukan aktivitas apa selain mengeruk pasir. Kalaupun mereka mengeruk (yang lain) nanti pelanggaran,” ujar Erzaldi.

Baca Juga:  Saat Bermain di Kolong Eks Tambang Damar, Anak 6 Tahun Terpeleset dan Tenggelam

Sementara itu Mistari (46), salah satu nelayan asal Desa Aik Kelik mengaku selama ini pihaknya memang merasa kesulitan untuk melewati alur Muara Pering di Desa Mayang Kecamatan Kelapa Kampit. Menurutnya, jika air kering (surut), maka alur tersebut akan susah dilewati karena hanya setinggi kurang lebih 50 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa.

“Kita kan tidak tahu orang sakit di laut, sementara untuk memasuki alur harus menunggu waktu pasang. Bahkan pernah ada yang meninggal dunia dan harus menunggu air pasang baru bisa masuk,” ujarnya.

Karenanya Mistari pun berharap, kedalaman pengerukan ini nantinya dilakukan minimal sedalam 6 meter.

“Di Musim Barat, malam baru bisa masuk. Kemudian kalau Musim Timur sekitar pukul 10.00 siang bisa masuk dan ketinggian sekitar 2 (dua) meter,” ujar Mistari, seraya berharap proses normalisasi alur sungai ini bisa segera terlaksana.

Selain melakukan pembahasan seputar Normalisasi Alur Sungai, kunjungan Gubernur Babel ke Kecamatan Gantung juga untuk menjelaskan fasilitas yang disiapkan oleh pemerintah pusat agar masyarakat dapat memanfaatkannya dengan baik, yakni KUR (Kredit Usaha Rakyat) untuk nelayan.

Tampak hadir dalam kegiatan audiensi tersebut, Kapolda Babel Irjen Pol Drs. Anang Syarif, Wakil Bupati Beltim Burhanudin, Kapolsek Gantung Iptu Wawan Suryadinata, S.IK., Danlanal Babel, Sekda Beltim Ikhwan Fahrozi, Camat Gantung Yusmawandi, Kadis Kelautan dan Perikanan Beltim Feris Nainggolan, para nelayan, serta berbagai elemen masyarakat. (jb)

Editor: sue

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *