Grand Design Pembangunan Kependudukan

by -
Grand Design Pembangunan Kependudukan

Oleh: Ferizal**

PEMBANGUNAN di suatu wilayah akan berhasil jika penduduknya sehat, kreatif, kondisinya kondusif dan konstruktif. Sehingga mereka mampu berkarya dan berusaha dalam mengembangkan perekonomian keluarga.

Jumlah penduduk yang besar kalau kualitasnya rendah tidak akan dapat memberi dukungan positif pada pembangunan, yang terjadi justru akan menjadi beban pembangunan.

Oleh karena itu, akan sangat ideal apabila jumlah penduduk yang ada harus sesuai antara daya dukung dan daya tampung dengan laju pertumbuhan penduduk.

Bahkan, bukan tidak mungkin hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai akan sirna begitu saja akibat tidak mampu dimanfaatkan secara maksimal.

Laju pertumbuhan penduduk yang terkendali dikuti dengan kualitas sumber daya manusia yang handal akan dapat membawa kemajuan daerah dan terjaganya semua hasil-hasil pembangunan.

Grand Design Pembangunan Kependudukan atau lebih sering disebut dengan GDPK diharapkan mampu memperbaiki kebijakan politik dan komitmen Pemerintah Kabupaten Belitung Timur terhadap prioritas pembangunan kependudukan, sekaligus mampu meningkatkan kepedulian para pengambil kebijakan terhadap keterkaitan antara isu kependudukan dengan pembangunan.

Dalam mengatasi masalah kependudukan tersebut, akan memunculkan pertanyaan kemudian.

Apakah kita ini ingin membuat grand design pembangunan kependudukan saja? Atau, ingin membuat grand design pembangunan kependudukan dan pembangunan keluarga?

Organisasi Perangkat Daerah yang berperan sebagai koordinator lintas instansi dalam penyusunan GDPK memiliki tanggung jawab dalam mengkoordinasikan lima program yang akan dijalankan secara lintas organisasi.

Ada beberapa peran yang harus dapat dijalankan secara bersama-sama dalam kerangka Pembangunan masyarakat Belitung Timur khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Diantaranya peran sebagai koordinator pengendalian kuantitas penduduk. Koordinator peningkatan kualitas penduduk, koordinator pembangunan keluarga, koordinator penataan persebaran dan pengarahan mobilitas penduduk, dan koordinator penataan administrasi kependudukan.

Bila tidak bergerak bersama, akan sulit mewujudkan Grand Desain Pembangunan Kependudukan ini.

Kita berharap semua komponen harus siap untuk mengalah dan menanggalkan ego sektoral sehingga pembangunan Kependudukan dapat sejalan dengan pembangunan sektor lainnya.

**Ketua Koalisi Kependudukan untuk Pembangunan Indonesia Kabupaten Belitung Timur.