Gitar Solo Beltim

by -
Gitar Solo Beltim (2)

Oleh: Subrata Kampit*

TIDAK banyak pemain gitar yang berani bermain gitar solo, karena di samping keahlian khusus dan teknik tinggi, gitar solo ini yang nyanyinya gitar. Jadi, ritmiknya, melodi, dan harmoni dijadikan satu. Bukan seperti straming (genjrang-genjreng) ngiringan orang nyanyi.

Petikan kalimat di atas adalah salah satu hasil pembicaraan yang saya dengar dari pegitar solo Belitung Timur (Beltim), Tyas Arista.

Saya mencuri waktu dan sempat ngobrol sedikit dengan para pegitar solo, seusai kegiatan (event) “Mini Concert” Gitar Solo Belitung Timur (Beltim) di Delias Cafe Jl. Laskar Pelangi, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Beltim, Selasa (27/10/2020) lalu.

Sekilas mengintip nama-nama besar begawan gitar solo dunia yang mungkin sudah sering kita dengar. Seperti Van Halen, Pink Floyd, dan siapa tak tahu Jimi Hendrix.

Di Indonesia ada begawan lain yang tak kalah hebat seperti Jubing Kristianto, I Dewa Gede Budjana, dan gitaris band yang expert serta memiliki album solo, tentu saja seperti Piyu Padi, Jarwo Naif, dan lain-lain.

Penyebutan nama-nama besar tersebut bukan ingin membesarkan tulisan ini, namun setidaknya untuk gambaran bagi pembaca, yang jika setelah melihat seperti apa karya mereka, demikianlah gambaran gitar solo.

Penting juga menjadi catatan, bahwa event mini concert di Gantung kemarin juga mendapat dukungan langsung dari Jubing Kristianto, tentu menjadi sebuah kehormatan dan pengakuan.