Gerbang Menulis

by -
Gerbang Menulis (1)
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Manggar, Sabarudin, M.Pd (kiri), menyerahkan beberapa buku hasil karya Guru dan siswa-siswi yang ditulis pada masa pandemi Covid-19 kepada pemimpin redaksi jabejabe.co, Subrata (Kanan).

Oleh: Subrata Kampit*

USIA JABEJABE.co masih bayi saat opini-opini siswa dan siswi SMA Negeri 1 Manggar dikirimkan ke meja redaksi. 12 hari bukanlah waktu yang cukup untuk menunjukkan kredibelitas sebuah media. Mungkin ada pertimbangan lain mengapa Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Manggar, Sabarudin, menyarankan siswa-siswinya mengirimkan tulisan mereka ke redaksi Jabejabe News.

Jabejabe.co berdiri pada 9 Februari 2020, tanggal yang juga diperingati sebagai Hari Pers. Nah, 12 hari kemudian, yakni 21 Februari 2020, jabejabe.co pun mulai menayangkan satu dari beberapa tulisan yang ditulis oleh siswi SMA Negeri 1 Manggar.

Tulisan itu berjudul “Meminimalisir Sampah Plastik dengan Kreativitas Sekolah dan Lingkungan Kerja” karya Lara Anggini. Opini ini ditayangkan pada tanggal 21 Februari 2020. Berturut-turut kemudian tulisan demi tulisan mulai dikirimkan rekan-rekan Lara.

Hal pertama yang perlu digarisbawahi adalah keinginan menulis siswa dan siswi ini. Jujur saya kagum dengan semangat menulis mereka. Anak-anak millennial hampir menjadi “musuh menulis”, setidaknya itulah hipotesis saya. Di jaman yang serba video ini, bahkan status facebook pun sudah diisi video, juga deraan tiktok, youtube sudah pasti karena cikal bakalnya dari sini, maka menulis hampir menjadi suatu yang mustahil.

Sebagai Pemimpin Redaksi jabejabe.co, saya pun punya kewajiban mengembangkan media online ini menjadi berkualitas. Oleh karenanya, terhadap tulisan-tulisan yang masuk, meski dari siswa, saya tetap menyeleksi dengan ketat gerbang masuk mereka. Jika data tidak lengkap, tidak fokus, dan masih banyak typo (kesalahan ketik), maka saya kirim balik dan minta untuk diperbaiki pada poin-poin yang saya sarankan. Hal ini juga untuk menjadi pembelajaran bahwa menulis bukan ngasal, bahwa menulis adalah hal serius.

Di sisi lain tulisan-tulisan yang berasal dari siswa ini tidak mungkin saya perbaiki atau rombak secara permanen. Pertama, akan jadi bukan karya mereka, dan tentu saja tidak ada sisi pmbelajaran. Kedua, jika terjadi perombakan, maka akan menghilangkan style menulis yang dimiliki masing-masing.

Tidak semua tulisan dikirimkan balik ke siswa dengan catatan tertentu, hanya beberapa. Karena ada banyak siswa-siswi yang tulisannya begitu nyaman dibaca dan sangat ngalir.

Para siswa ini kemudian mendapatkan wadah menulis mereka di belitungmuda.com di bawah asuhan langsung Pak Ares Faujian. Dan kini, tulisan siswa-siswi ini sudah tidak muncul lagi di email redaksi jabejabe.co, berganti dengan kiriman berisi opini guru-guru yang secara tulisan sudah bernas.

Tentu saja jabejabe.co tidak menutup akses bagi semua penulis. Pernah suatu waktu saya berpikir dan bertanya-tanya, mengapa para siswa ini sudah tidak mengirimkannya ke redaksi jabejabe.co. Diam-diam saya pun rindu dengan isi kepala dan karya remaja-remaja ini.

Terlepas apa pun itu, jika ada karya, silahkan para siswa mengirimkan berbagai jenis tulisannya ke email redaksi@jabejabe.co atau jabejabeofficial@gmail.com.

Beberapa waktu yang lalu, Pak Sabarudin menelpon saya dan meminta testimoni atau endorsement untuk buku berjudul “Sosioliterasi”. Buku Sosioliterasi ini merupakan antologi opini-opini siswa dan siswi SMA Negeri 1 Manggar, yang sebagian tulisannya sudah ditayangkan di jabejabe.co. Ternyata penayangan tulisan siswa-siswi ini menyandera redaktur jabejabe.co memberikan komentar pada buku tersebut. Terima kasih atas kesempatan tersebut, sebuah kehormatan.

Jujur, saya tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut dan kagum. Siswa dan siswi tersebut berani memulai dan mereka sudah berkarya. Pencapaian ini membuat saya iri, karena di usia yang sama, yakni saat duduk di bangku SMA, saya hanya bisa menulis di majalah dinding.

Pencapaian menulis di tengah pingitan saat pandemi Corona Virus Disease – 2019 adalah pencapaian yang tidak biasa. Jabejabe.co bangga menjadi bagian “Gerbang Menulis” SMA Negeri 1 Manggar, Two Thumbs Up!

*) Pembelajar Menulis dan Memberita di Belitong