Filosofi Makan Bedulang

by -
Filosofi Makan Bedulang (1)
Drs. Akhlanudin (dua dari kanan), saat berfoto bersama Wabup Belitung, Isyak Meirobi (dua dari kiri) dan dua muda-mudi Belitung pada acara Pesona Bedulang Belitong Nusantara. Foto: istimewa.

Oleh: Drs. Akhlanudin**

Filosofi adalah studi mengenai kebijaksanaan, dasar-dasar pengetahuan, dan proses yang digunakan untuk mengembangkan serta merancang pandangan mengenai suatu kehidupan.

Filosofi memberi pandangan dan menyatakan secara tidak langsung mengenai sistem kenyakinan dan kepercayaan.

Unsur filosofis diartikan sebagai pertimbangan atau alasan yang menggambarkan bahwa peraturan yang dibentuk mempertimbangkan pandangan hidup, kesadaran, dan cita hukum yang meliputi suasana kebatinan serta falsafah bangsa Indonesia yang bersumber dari Pancasila dan Pembukaan UUD1945.

Filosofi Makan Bedulang (3)
Sajian Makan Bedulang Budaya Melayu Belitong. Foto: Belitong Photography

Sedangkan makan bedulang adalah tradisi budaya dan adat Melayu Belitung. Makan bedulang adalah prosesi makan bersama dalam satu dulang yang terdiri dari empat orang duduk bersila saling berhadapan mengitari tempat yang berisikan makanan.

Secara harfiah, makan bedulang adalah makan menggunakan dulang, yaitu talam atau nampan besar yang berbentuk bulat.

Dalam tradisi turun menurun ini disajikan berbagai makanan khas Belitung yang mencerminkan keterkaitan yang erat antara sistem sosial dan ekologi Belitung.

Makna filosofisnya adalah dengan duduk bersila, juga berarti sama rata (saling menghargai antar masyarakat) dan juga sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Tradisi makan Bedulang tentu memiliki aturan, salah satunya lewat petugas pelaksana.

Petugas ini terdiri dari Mak Panggong (koordinator tata cara makan bedulang), Penata Hidangan (mereka yang menyiapkan makanan dan peralatan makan), Tukang Berage (petugas yang menaruh makanan di atas dulang), Tukang Perikse Dulang (petugas yang memeriksa kelengkapan lauk pauk), Tukang Ngisi Aik (pengisi air minum ke dalam gelas), dan terakhir Tukang Ngangkat Dulang (mereka yang mengangkat dulang ke hadapan para tamu).

Karena makan bedulang merupakan tradisi turun menurun, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum makan dimulai.

Seluk beluk makan bedulang inilah yang dipaparkan oleh Budayawan Belitung, Ahmad Hamzah, di Neo Soho Podomoro Jakarta, Minggu 1 Maret 2020. Amat menarik bagi saya di tengah arus globalisasi dan tergerusnya budaya, justru orang Jakarta berinisiasi mengembalikan ciri khas dan Budaya Belitung.

**Ketua Dewan Kesenian Belitung 2014-2018