Narasumber Etika Berlalu Lintas, Bripka Habibi: Berkendara Bukan Sekedar Tarik Gas lalu Jalan

by -
Narasumber Etika Berlalu Lintas, Bripka Habibi, Berkendara Bukan Sekedar Tarik Gas lalu Jalan (1)
Bhabinkamtibmas Desa Mentawak Kecamatan Kelapa Kampit, Bripka Habibi saat memberikan himbauan dan arahan terkait etika berlalu lintas dan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 dengan melakukan 3 M, Sabtu (17/10/2020). Foto: Istimewa/ Humas Polres Beltim.

KELAPA KAMPIT, JABEJABE.co – Meskipun faktor jalan dan fasilitas lainnya memadai dan kendaraan juga dalam kondisi prima, jika si pengendara tidak tahu etika berlalu lintas tentu, faktor pendukung menjadi sia-sia. Bahkan ancaman Kamseltibcar lantas bisa terjadi.

Demikian dikatakan Bripka Habibi selaku Bhabinkamtibmas Desa Mentawak saat menjadi narasumber “Etika Berlalu Lintas” yang dilaksanakan di Balai Dusun Bukit Durian Desa Mentawak, Sabtu (17/10/2020).

Menurut Habibi, etika berlalu lintas memang haruslah mampu diterapkan oleh setiap orang ketika berkendara, bukan hanya sekedar bisa mengendarai atau sekedar bisa tarik gas kemudian jalan.

“Ketika etika berlalu lintas tidak diterapkan, hal tersebut bisa menjadi salah satu faktor memungkinkan terjadinya laka lantas,” ujar Habibi.

Ditegaskan Habibi, etika berlalu lintas sangat penting dan hal tersebut akan berkaitan erat kepada individu si pengendara itu sendiri, sampai di mana dia memahami aturan lalu lintas.

“Seperti adanya tanda rambu di jalan raya, adanya tanda marka jalan. Jika setiap pengendara bisa memahami hal tersebut, maka secara otomatis etika berlalu lintas akan tercipta,” jelasnya.

Dalam penggunaan fasilitas jalan, lanjut Habibi, pengendara harus menyadari bahwa dirinya tidak sendirian, namun bersama dengan banyak orang.

“Karena kita hidup bermasyarakat dan semua orang mempunyai hak yang sama di jalan raya. Cakupan masyarakat tentu sangat luas, dan pasti memiliki pemikiran yang berbeda-beda serta cenderung memikirkan kepentingannya masing-masing,” ucapnya.

Tanpa adanya Etika Berlalu Lintas mungkin tidak bisa dibayangkan, pasti sering terjadi kecelakaan di jalan raya. Kejadian ini disebabkan kurangnya tenggang rasa antar pengguna jalan, pengemudi cenderung egois ingin cepat sampai. Jika ini dibiarkan terus-menerus maka angka kecelakaan akan semakin meningkat. Oleh karena itu perlu adanya pemahaman dan pelaksanaan Etika Berlalu Lintas.

Etika Berlalu Lintas yaitu pedoman sikap atau aturan yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lain di dalam berlalu lintas.

“Etika tidak hanya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari saja, namun etika juga sangat penting diterapkan dalan berlalu lintas. Prinsip etika yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan etika berlalu lintas hampir sama yaitu tenggang rasa dan saling menghargai,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Habibi juga menyampaikan kepada warga Desa Mentawak yang hadir, untuk bisa membantu menumbuh kembangkan kesadaran dan kedisiplinan terkait penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita masih dalam situasi pandemi Covid-19, kita harus saling peduli dan melindungi sesama kita, jangan sampai ada warga yang terpapar. Minimal dalam keseharian kita bisa menjalankan 3 M (menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas,” pungkasnya.

Sumber: Humas Polres Beltim
Penulis: (*/dv/and)
Editor: Sue