EPISODE 9: PESAN KAKIK

by -
EPISODE 9, PESAN KAKIK

HARI demi hari berlalu, tak terasa puasa sudah masuk ke pertengahan bulan Ramadan. Tepatnya hari ke-13.

Malam ini masih sama seperti malam kemarin. Berahim masih rutin ikut salat tarawih di masjid. Walaupun kadang ada bolong-bolong, sepertinya giginya itu. Hehe. Dampak abrasi keseringan makan permen plus hemat gosok gigi. Kadang dua hari sekali, kadang.

Berahim mulai jaim, konon saat SMP ia emoh dipanggil Aim –katanya itu panggilan sayang Ortu. Makanya sejak menggunakan pakaian putih biru, menurutnya lebih keren kalo dipanggil Baim. Entahlah, yang pasti jangan tanya siapa Aim ke cewek-cewek SMP, garansi nggak kenal.

Pada bulan Ramadan kali ini, Baim mengikuti ceramah sebelum berbuka di Masjid Al Azhar Manggar, dekat dengan rumahnya. Dan inilah cerita ia SMP, kala safari Ramadan tersebut.

Ustad: “Alhamdulillah. Akhirnya tausiah kita selesai. Bagaimana bapak-ibu? Anak-anak sekalian?
Berahim: “Bagaimane ape tadz?
Spontan Berahim menjawab linglung.
Ustad: “Iya bagaimana nak?
Ustad langsung perlahan mendekat ke arah Berahim.
Junai: “Aih biak ini..
Langsung dipukulnya kepala Berahim oleh Junai, karena Berahim yang tidak fokus dengan ceramah yang disampaikan oleh ustad. Mungkin karena efek puasa tak sahur.
Junai: “Lup, ini ne ceramah. Kao usa merik jawaban yang uba-uba lah.. Ukan de sekula ini. Anggap ngerti aja’ lah.. Jabe jua’ kao ne Im.!” (bisik Junai ke telinga Berahim yang ada di sebelahnya).
Setelah posisi ustad dekat dengan Berahim dan Junai, ustad pun melontarkan pertanyaan kembali.
Ustad: “Anak-anak, siapa ayo yang mau masuk surga?
Lalu, anak-anak yang hadir di ceramah tersebut sontak menjawab serentak.
Anak-anak: “Sayaa!!
Berahim: “……….”
Berahim pun duduk diam dan termenung saja.
Ustad: “Ayo, siapa yang mau masuk neraka?
Berahim: “………..”
Berahim pun masih tetap memberikan respon yang sama. Diam, dengan wajah fokus memandang kue berbuka puasa di sebelah ustad. Terlihat di sana ada kue kesukaannya, yakni apam Nek Mina.
Berahim: “Aduh, nyaman amat apam itu ye? Warnenye, bentuknye… Hmmm… So sweat…” (ucap Berahim dalam hati).
Sepertinya ustad dari tadi memperhatikan Berahim. Lalu ustad pun semakin mendekat dan langsung bertanya kepada Berahim.
Ustad: “Nah, ini dia lelaki ganteng. Siapa namamu nak?
Junai: “Oh iya tad.”
Ustad: “Bukan kamu nak. Temanmu yang di sebelah.
Junai: “Jabe, ganteng ape Berahim.. Tebalik mate ustad ne kalo’e.” (bisiknya dalam hati)
Ustad lalu menunjuk Berahim yang masih saja fokus dengan apam merah muda karya Nek Mina. Dan, Junai pun menyenggol Berahim agar tersadar.
Berahim: “Eh, ada ustad.. Ia tad.. Ade ape?
Ustad: “Nama siapa?
Berahim: “Apam tad.”
Ustad: “Oh, apam. Kayak nama kue ya?
Berahim: “Iya tad, itu ada di sebelah ustad..
Anak-anak: “Wkwkwkwkwkwkwk!!
Berahim pun menjawab sambil malu-malu dan seketika anak-anak di masjid tersebut tertawa dengan jawaban Berahim tersebut.
Bapak-ibu: “Hehehe.
Junai: “Tu lah lup dak meratiek. Belau itu nanyak name kao.. Ukan apam..” (bisik Junai ke telinga Berahim)
Berahim: “Siap! Ibrahim tad!
Ustad pun melanjutkan dengan pertanyaan yang ingin ia tanyakan ke Berahim.
Ustad: “Oh, Ibrahim. Jadi gini Im, tadi ada pertanyaan tentang surga dan neraka. Di antara keduanya, kamu mau masuk yang mana?
Berahim pun terdiam, dan teringat sesuatu yang pernah disampaikan oleh kakeknya dulu.
Berahim: “Tidak kedua-duanya Pak ustad.
Ustad: “Loh, kok gitu? Kenapa?
Ustad jadi terheran bin penasaran dengan jawaban Berahim.
Berahim: “Karena, sebelum kakik aku meninggal, beliau isa’ bepesan tad. Kata kakik, ‘Berahim, ape pun no’ kan tejadi, kelak kao tetap masok pelisi ye.’
Ustad: “Astagfirullah…” (dalam hati).

GLOSARIUM
Belau: Beliau
Biak: 1. Anak; 2. Pacar;
De: Di
Isa’: Pernah
Jabe: Ungkapan atau umpatan spontan/ terkejut karena sesuatu
Kakik: Kakek
Kao: Kamu
Lup atau kulup: Panggilan atau sebutan untuk anak lelaki usia remaja atau anak-anak
Meratiek: Memperhatikan
Merik: Memberikan
Ne: Nih
No’: Yang
Pelisi: Polisi
Tebalik mate: 1. Ungkapan salah melihat sesuatu; 2. Melihat hantu;
Uba-uba: Aneh-aneh
Ukan: Bukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *