Empat Bulan Vakum, Pantai Burung Mandi Dibuka dengan Protokoler Kesehatan

by -
Empat Bulan Vakum, Pantai Burung Mandi Dibuka dengan Protokoler Kesehatan (1)
Koko Haryanto (dua dari kanan) dan perangkat Desa Burung Mandi saat berfoto bersama di gerbang Masuk Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, Sabtu (27/6/2020). Foto: Istimewa.

DAMAR, JABEJABE.co – Memasuki era New Normal atau kenormalan baru, Pemerintah Desa Burung Mandi di Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur kembali membuka akses masuk ke Pantai Burung Mandi. Hal ini diberlakukan karena sejak adanya pandemi Covid-19 ini, Pantai Burung Mandi ditutup untuk pengunjung hampir 4 (empat) bulan.

Upaya tersebut diberlakukan guna mengantisipasi masuknya para wisatawan yang datang untuk berwisata di Pantai Burung Mandi.

Sebagaimana diketahui bersama, bahwa Desa Burung Mandi merupakan Desa Wisata yang sudah dikenal dan menjadi salah satu destinasi dalam paket wisata yang dijual oleh travel agency.

Selain itu, di Desa Burung Mandi terdapat dua vihara yang cukup dikenal dan sudah menjadi bagian dari destinasi wisata religi, yaitu Vihara Dewi Kwan Im dan Vihara Sun Go Kong. Bila di hari biasa, Pantai Burung Mandi dan dua vihara tersebut sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan dari luar daerah.

Sejak Kabupaten Belitung Timur ditetapkan sebagai daerah yang diperbolehkan untuk memberlakukan New Normal, maka pemerintah desa berupaya agar aktifitas masyarakat yang berjualan di sepanjang pantai dapat berjalan kembali seperti biasa.

Namun dalam kondisi New Normal, ada suatu kebiasaan kebiasaan baru yang harus diterapkan yaitu dengan mengikuti protokoler kesehatan secara ketat.

PJ Kades Burong Mandi, Zulfan, mengatakan, ada syarat mutlak yang harus dipenuhi bagi pedagang dan pengunjung bila aktivitas berjualan dibuka kembali. Syarat itu menyangkut protokoler kesehatan.

Lebih lanjut dijelaskannya, bagi pemilik warung, wajib menyiapkan wadah pencuci tangan atau hand sanitizer, masker dan Jaga Jarak tempat duduk.

Khusus pengunjung yang masuk ke area pantai wajib menggunakan masker, dan bila tidak menggunakan masker, maka petugas jaga akan memberikan sanksi, yakni tidak diperbolehkan masuk.

“Besok (Minggu, 28/6/2020), kami akan buka kembali akses ke Pantai Burung Mandi dan kami akan gratiskan, tidak ada penjualan tiket masuk,” ujar Zulfan, Sabtu (27/6/2020).

Ditemui terpisah, Anggota DPRD Belitung Timur, Koko Haryanto yang juga pernah menjadi Kepala Desa Burung Mandi menyampaikan, dibukanya akses wisata ke Burung Mandi oleh karena adanya pemberlakukan New Normal di Belitung Timur.

Selain itu juga, kegiatan ekonomi khususnya bagi pedagang pantai yang sudah hampir 4 (empat) bulan berhenti total, dan tentu ini sangat berdampak, di mana tidak ada pendapatan sama sekali.

Untuk itu, kata Koko, pihaknya harus mengambil kesempatan ini, dengan membuka kembali dengan syarat syarat yang cukup ketat.

Koko menilai, persoalan Covid ini belum dapat diprediksi kapan akan berakhir, oleh Karena itu perlu dimulai tatanan baru agar perekonomian di desa dapat pulih kembali.

“Saya apresiasi langkah desa dengan membuka kembali akses wisata, karena kita tidak bisa prediksi situasi ini seperti apa nantinya, karena yang cukup terasa adalah dampak ekonominya yang lebih dominan,” jelas Koko.

Koko bahkan sempat memantau bagaimana situasi di lapangan, menurutnya ada lebih dari 80 persen warung yang sudah siap buka kembali.

“Tentunya dengan menu yang menjadi khas pantai Burung Mandi, yakni Bakar Ikan Kerisi. Ikan Kerisi sudah menjadi ikon kuliner andalan. Kerisi yang dibakar adalah kerisi hasil tangkapan nelayan bekater Burung Mandi,” ujar Koko berpromosi.

Tak lupa Koko mengimbau kepada para pengunjung agar dapat mematuhi protokol kesehatan, yang tentunya hal tersebut untuk kebaikan bersama. (jb)

Editor: sue